Dugaan Malapraktik
Keluarga Korban Dugaan Malapraktik Minta RS Murni Teguh Dicabut dari Daftar Medical Tourism
Keluarga korban dugaan malapraktik dokter RS Murni Teguh minta rumah sakit tersebut dicabut dari daftar medical tourisme
Evarida menginstruksikan kepada perawat untuk menelfon dokter dan membantunya menggerakkan kaki yang masih dalam pengaruh bius.
"Saya yang masih dalam pengaruh bius kan tidak bisa angkat kaki, saya bilang ahh yang benar, begitu saya lihat, jantung langsung lemas, keringat dingin, mau menjerit apa tidak tahu lagi, saya rasa gula darah dan tensi naik, sudah takut mati saat itu," ceritanya.
Kini Evarida hanya berharap dapat memperoleh perawatan yang maksimal terhadap kedua kakinya.
Baca juga: dr Prasojo Sujatmiko yang Salah Operasi Kaki Pasien Belum Ditangkap Polisi Meski Sudah Dilaporkan
Sebab, hingga kini, dirinya mengaku tak mendapatkan pengobatan khusus bagi kakinya.
Dia hanya diberi vitamin dan obat lambung saja.
"Sudah hampir 2 minggu ini dokter visit juga tidak ada, saya hanya dikasih obat lambung dan vitamin, fisioterapi juga hanya dilakukan untuk kaki kiri saya," katanya.
Baca juga: dr Prasojo Sujatmiko yang Salah Operasi Kaki Pasien Terancam Dipenjara
Keluarga sepakat untuk segera keluar dari rumah sakit dan mencari alternatif pengobatan lain, baik itu tanpa atau dengan rujukan dari RS Murni Teguh.
"Pokoknya hari ini kami pulang, kita sudah coba minta surat rujukan, tapi belum dikasih sudah 4 hari ini. Kita tunggu sampai sore ada nggak ada rujukan kita keluar, mungkin balik ke Sibolga saja dulu lah," pungkasnya. (tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Evarida-Simamora-terbaring.jpg)