Pungli

Pengusaha Pemandian Air Panas Sidebuk-debuk Geruduk Lokasi Pungli, Kesal Jumlah Wisatawan Menurun

Aktivitas Pungutan Liar (Pungli) di jalur masuk menuju objek wisata air panas Sidebuk-debuk, diduga kembali terjadi.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/HO
Para penguasa pemandian air panas Sidebuk-debuk mengarahkan kepada wisatawan agar tetap melintas tanpa adanya pengutipan. Hal ini dilakukan karena protes para pengusaha akibat adanya Pungli yang membuat kunjungan wisatawan menurun. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Aktivitas Pungutan Liar (Pungli) di jalur masuk menuju objek wisata air panas Sidebuk-debuk, diduga kembali terjadi.

Kegiatan Pungli ini, sempat direkam oleh wisatawan yang akan berwisata ke lokasi wisata yang melintasi Desa Doulu, Berastagi, tersebut.

Adanya kegiatan pungli yang kembali terjadi ini, tak hanya dikeluhkan oleh masyarakat dan wisatawan.

Ternyata, masyarakat yang sudah muak dengan adanya kegiatan pungli ini berdampak pada menurunnya tingkat kunjungan ke sana.

Hal tersebut, membuat pengelola kolam pemandian mengeluh karena jumlah wisatawan yang menurun.

Baca juga: Pungli Kembali Terjadi di Pemandian Air Panas Sidebuk-debuk, Per Orang Dikenai Biaya Rp 10 Ribu

Kesal karena wisatawan menurun akibat pungli, beberapa orang pengusaha pemandian air panas protes.

Kekesalan mereka, dilupakan dengan mendatangi langsung lokasi yang diduga acap kali menjadi titik pengutipan ilegal tersebut.

Dari video yang didapat, pengusaha pemandian mengarahkan kendaraan yang melintas agar langsung lewat tanpa ada pengutipan.

Para pengusaha tersebut juga tampak sambil merekam aktivitas di sana menggunakan telepon selulernya.

"Terus pak terus, pembersihan pungli, terus pak. Supaya enggak ada lagi pungli. Kami sebagai pihak pengusaha merasa keberatan," Ucap salah satu pengusaha kolam air panas.

Pada video tersebut, wanita yang terlihat menggunakan baju berwarna merah mengungkapkan jika pengutipan tersebut dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Bahkan, dirinya menegaskan jika pengutipan ini dilakukan demi kepentingan pribadi.

"Pengutipan ini demi kepentingan pribadi," Ucapnya.

Baca juga: Puluhan Sopir Angkutan Umum di Dairi Dirazia dan Dilakukan Tes Urine. Begini Hasilnya

Di dalam rekaman video tersebut, tampak personel Polres Tanah Karo juga berada di lokasi untuk mengamankan suasana. Personel yang mengenakan rompi berwarna hijau tersebut, mengajak masyarakat ke lokasi yang diduga tempat pungli.

Dari percakapan di video, diketahui oknum pelaku Pungli sempat melakukan blokade jalan menuju ke lokasi pemandian air panas yang ada di Desa Semangat Gunung tersebut.

Diduga, blokade tersebut dilakukan untuk menghalau wisatawan yang tidak ingin membayar uang masuk.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved