Dugaan Malapraktik
RS Murni Teguh Dilaporkan Dugaan Malapraktik, Pasien Ngeluh Sakit Kaki Kiri, Kaki Kanan Dioperasi
RS Murni Teguh dilaporkan dugaan malapraktik ke Polda Sumut. Pasien ngeluh sakit kaki kiri, malah kaki kanan yang dioperasi
Meski demikian, sebelum operasi pihak rumah sakit sudah melakukan edukasi mengenai sebab dan akibatnya.
Sejauh ini pihaknya mengaku kooperatif mulai dari pemeriksaan IDI, polisi hingga Dinas Kesehatan.
"Tidak ada dugaan malapraktik yang disebut, itulah yang terjadi. Menopause dini, itulah efek dari penyakit yang diderita dia, bukan kita yang membuat," ucapnya.
Baca juga: Pasien RS Murni Teguh yang Gagal Bunuh Diri Terpapar Covid-19 dan Tumor Otak
Sementara itu, menurut cerita Bastiana Ginting, sejak menjalani operasi September 2022 lalu, dirinya tak lagi menstruasi.
Bastiana menyebut dokter yang menanganinya melakukan malapraktik yang merugikan dirinya.
Adapun malapraktik yang ia sebut ialah hilangnya dua indung telur yang ada di rahimn Bastiana.
Sehingga, ia tak lagi menstruasi dan terancam tak bisa memiliki keturunan.
Baca juga: RSUD Amri Tambunan Bantah Disebut Malapraktik Meninggalnya Happy Damanik, Merasa Sudah Berjuang
"Sampai saat ini saya tidak menstruasi karena mendapat keterangan dari 3 rumah sakit mengatakan saya tidak lagi menstruasi karena 2 organ tubuh saya kiri dan kanan tidak ada lagi," ucapnya, Selasa (4/10/2022).
Diketahui, miom ialah benjolan yang tumbuh di dinding rahim bagian dalam atau luar.
Saat proses operasi inilah, ia menuding dokter yang menanganinya melakukan malapraktik karena dua sel telurnya ikut diangkat.
Padahal, ia menyebut pihaknya dan rumah sakit sepakat kalau yang dilakukan ialah operasi mium.
Baca juga: Happy Damanik Diduga Jadi Korban Malapraktik, RSUD Amri Tambunan Tutupi Hasil Pemeriksaan
"Disitu saya melakukan operasi dengan kesepakatan dengan dokter untuk pembersihan mium pada saat itu karena di dalam surat dari rumah sakit sudah jelas dikatakan bahwa disitu adalah tindakan operasi mium," ucapnya.
Terkait hal ini, Bastiana mengaku sudah melaporkan RS Murni Teguh ke Polda Sumut
Namun hingga sekarang, kasusnya belum menemukan titik terang.
Meski demikian, ia mengaku hasil mediasi tak juga menemukan titik terang.
Saat ini ia masih menunggu keputusan dari kepolisian apakah kasus ini akan dihentikan atau dilanjutkan.
"Tindakan selanjutnya bahwa 1 minggu ini akan dilakukan pemberitahuan apakah dilanjutkan atau dihentikan penyelidikan," ucapnya.(tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/RS-Murni-Teguh-dugaan-malapraktik.jpg)