Lapangan Kerja
Industri Kelapa Sawit Sediakan 2,5 Juta Lapangan Kerja, Dijanjikan Kehidupan Layak
Sektor industri kelapa sawit menawarkan 2,5 juta lapangan kerja bagi masyarakat di Indonesia
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan, Merrijantij Punguan Pintaria mengatakan, saat ini sektor industri kelapa sawit membuka 2,5 juta lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.
Nantinya, lapangan kerja yang disediakan industri kelapa sawit ini akan memberi kehidupan yang layak bagi 21,4 juta orang di Indonesia.
Pintaria mengatakan, sektor industri kelapa sawit merupakan satu diantara industri prioritas nasional, dimana Indonesia sebagai produsen terbesar dunia dengan total produksi CPO/CPKO tahun 2021 mencapai 54 juta ton.
Baca juga: Dukung Industri Kelapa Sawit, Pemerintah Sesuaikan Tarif Pungutan Ekspor CPO dan Turunannya
"Multiplier effect ekonomi industri ini sekitar Rp 750 Triliun per tahun, dengan kontribusi nilai devisa ekspor CPO/CPKO dan produk turunannya mencapai USD 35,79 miliar atau sekitar Rp 500 triliun per tahun," kata Pintaria, saat kegiatan pameran kelapa sawit terbesar di Indonesia Palmex 2022, yang digelar di Hotel Santika Medan, Selasa (25/10/2022).
Pintaria mengatakan, program hilirisasi industri menjadi tema besar pengembangan sektor kelapa sawit, dengan tujuan meningkatkan ragam jenis produk dan ratio volume ekspor produk hilir terhadap bahan baku.
Pada awal tahun 2022, ratio volume ekspor bahan baku CPO/CPKO sekitar 5,72 persen dan 94,28 persen ekspor dalam bentuk produ kolahan.
Baca juga: Gudang CPO yang Terbakar Diduga Tidak Punya Izin dan Pakai Sisa Kelapa Sawit
"Pada akhir tahun 2021, kami mencatat terdapat sekitar 168 jenis produk hilir yang mampu diproduksi industri DN dan jumlah ini meningkat hampir tiga kali lipat dalam satu dasawarsa terakhir. Hal ini membawa manfaat bagi penciptaan nilai tambah produk hilir turunan kelapa sawit di DN," paparnya.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian tahun 2019, luas lahan perkebunan sawit nasional sekitar 16,83 juta hektare.
Produksi CPO/CPKO sekitar 54 juta ton per tahun diolah oleh industri hilir yang terdiri dari pabrik minyak goreng, oleofood, oleochemical, dan biodiesel FAME, tersebar di daerah sentra produksi kelapa sawit.
Baca juga: Memiliki Oktan 110 Ron, Bensin Sawit Bisa Jadi Bahan Bakar Supercar Lamborghini
"Hal ini menegaskan kembali bahwa rantai nilai sektor hulu perkebunan (upstream) yang berlanjut ke sektor hilir pengolahan (downstream) mampu menjaga keberlanjutan operasional untuk memenuhi kebutuhan DN dan mendukung perolehan devisa ekspor," ucapnya.
Dia berharap seluruh pemangku kepentingan industri perkelapasawitan nasional dapat terus meningkatkan kinerja secara optimal, untuk membantu percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
"Kami meyakini bahwa industri kelapa sawit adalah bagian dari solusi ketahanan ekonomi nasional, khususnya dalam hal pemenuhan pangan dan energi, dan Kepada para peserta pameran, Kami mengharapkan agar menyampaikan hal-hal positif kelapa sawit dalam konteks citra komoditas sawit, aspek business to business (B2B),tata kelola sawit berkelanjutan," pungkasnya.(cr10/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Merrijantij-Punguan-Pintaria.jpg)