Komnas Perempuan Sebut Adanya Dugaan Pemerkosaan, Pengacara Brigadir J: Sudah Jadi Aliansi PC
Komnas Perempuan menyebutkan soal adanya dugaan kekerasan seksual berupa pemerkosaan yang menimpa Putri Candrawathi oleh Brigadir Yosua Hutabarat atau
TRIBUN-MEDAN.com - Isu pelecehan seksual terhadap istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrwathi, kembali mencuat setelah sebelumnya laporan tersebut dihentikan Polri karena tak ditemukan unsur pidana.
Isu ini kembali dimunculkan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Komnas Perempuan setelah rekonstruksi kasus Brigadir J selesai digelar pada Selasa (30/8/2022).
Komnas Perempuan menyebutkan soal adanya dugaan kekerasan seksual berupa pemerkosaan yang menimpa Putri Candrawathi oleh Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Magelang, Jawa Tengah.
Menanggapi hal ini pengacara Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak mengatakan Komnas Perempuan sudah menjadi aliansi strategis Putri Candrawathi untuk memuluskan kebohongannya guna memperingan hukuman atas pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang sudah dilakukannya.
"Saya melihat Komnas Perempuan ini sudah menjadi aliansi strategis Putri Candrawathi. Kenapa? Dari awal Komnas Perempuan mengesampingkan hak keluarga korban Brigadir J.
Soal kekerasan seksual ini awalnya sudah ketahuan rekayasa, tapi Komnas Perempuan kembali mempercayai lagi. Ini diluar nalar manusia," kata Martin dalam tayangan di TV One, Minggu (4/9/2022) malam.
Baca juga: Kak Seto Usul Putri Candrawathi Diberi Sel Istimewa, Buka Suara Alasan Minta Istri Sambo Dilindungi
Baca juga: Isu yang Kembali Hidup Dugaan Pelecehan Putri Candrawathi Dinilai Tak Masuk Akal, Disebut Rekayasa
Martin juga menyikapi prolog Komisioner Komnas Perempuan saat menyampaikan hasil temuannya beberapa lalu di Komnas HAM.
Di mana disebutkan karena adanya obstruction of justice dan laporan palsu maka pelaporan korban seksual lain akan kesulitan untuk melapor.
"Salah bu, kami tidak curiga kepada pelapor lain, kami juga berempati dengan korban kekerasan seksual lain, tapi tidak untuk ibu PC.
Sebab banyak kejanggalan dan yang diluar nalar di kasus PC ini serta banyakj hal tidak jelas dan tak logis. Tapi hanya Komnas Perempuan yang percaya," kata Martin.
Karenanya kata Martin, selain menjalan pekerjaan dengan baik kita juga harus menjalankan pekerjaan dengan hati bersih.
"Dan Komnas Perempuan ini tidak memiliki hati bersih dalam hal ini, sehingga membuat hipotesis sesat," katanya.
Martin mengatakan jika ia sebagai Ferdy Sambo dan tahu istrinya diperkosa, saat ia berada di tempat lain, maka secara normatif akan meminta ajudannya membawa pelaku atau Brigadir Yosua ke polisi setempat di Magelang.
"Itu yang pertama dilakukan, kalau saya secara normatif. Sementara secara unnormatif, sebagai laki-laki saya akan naik mobil atau pesan tiket pesawat paling cepat dan berangkat menemui istri saya, untuk memastikan benar tidaknya terjadi kekerasan seksual atau perkosaan. Tapi ini kan tidak," katanya.
Menurut Martin, ini adalah kejanggalan natural yang membuktikan tidak ada indikasi pemerkosaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Putri-Candrawathi-tampak-menggandeng-suaminya.jpg)