Brigadir J Ditembak Mati

Tanda Tangan Ferdy Sambo Mirip Kelamin Pria, Pakar Menilai Ada Kelainan Fantasi Seksual Dipendam

Grafolog atau ahli membaca karakter dari tulisan tangan mengatakan tanda tangan Ferdy Sambo mirip kelamin pria. Ada makna yang tersembunyi

HO
Seorang Grafolog atau ahli membaca tulisan tangan Tessa Sugito menilai tentang tanda tangan Ferdy Sambo.  

TRIBUN-MEDAN.com - Ketika menghadapi sidang kode etik, Irjen Ferdy Sambo menyebarkan surat permohonan maafnya ke media sosial pada Jumat (26/8/2022) kemarin. 

Permohonan maaf Ferdy Sambo mendapatkan banyak sorotan. Pasalnya, tersangka pembunuhan berencana ini tak meminta maaf kepada keluarga korban Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir j. 

Ia hanya meminta maaf kepada Kapolri, senior di Polisi, dan institusi Polri. Sontak, gaya Ferdy Sambo tak meminta maaf ke keluarga korban membuat publik marah. 

Namun di samping itu, Ferdy Sambo ada hal yang baru menjadi sorotan, yakni tanda-tangan di surat permohonan maaf itu. 

Tanda tangan eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo yang disertai materai menjadi sorotan. 

Seorang Grafolog atau ahli membaca tulisan tangan Tessa Sugito menilai tentang tanda tangan Ferdy Sambo. 

Tessa mengatakan suami dari Putri Candrawathi itu adalah orang yang berpikir komperehensif dan cerdas, serta juga memiliki fantasi seksual di luar norma umum yang ada atau konvensional.

Hal itu berdasar analisanya dari tulisan tangan di surat Ferdy Sambo berikut tanda tangan Sambo. Analisa Tessa diungkapkannya di Kompas TV, Minggu (28/8/2022) malam.

"Kalau melihat dari tulisan Beliau banyak juga thread yang positif sebenarnya. Jadi kita mulai dari yang positif dulu ya. Jadi dari tulisan ini kita tahu bisa menganalisis bahwa penulisnya adalah orang yang memiliki determinasi yang tinggi, juga punya kepercayaan diri yang tinggi, dan juga cerdas. Kecerdasan itu kita bisa melihat dari bentuk huruf M atau N dari penulisnya, bahwa tulisan beliau ini huruf M atau N nya bisa dibilang tajam-tajam," kata Tessa.

Itu kata dia berdasar data empiris menandakan Ferdy Sambo seorang komprehensif thinker atau berarti orang yang dapat melihat secara general.

"Dalam arti gambaran besar ia juga cepat mengambil keputusan. Dia juga bisa membicarakan mungkin hal-hal yang kontroversial tapi tanpa menyinggung lawan bicaranya," kata Tessa.

Karenanya kata Tessa, sebelum tersandung kasus, bisa dipahami jika Sambo adalah polisi yang memiliki prestasi yang baik.

"Pola pikir yang cerdas juga bisa terlihat dalam guratan tulisannya yang tegas, jadi memang tidak heran kalau sebelum kasus ini Beliau memiliki karir yang cemerlang," ujar Tessa.

Surat permohonan maaf Ferdy Sambo
Surat permohonan maaf Ferdy Sambo (HO)

Selain itu menurut Tessa dalam tulisan tangan Ferdy Sambo, terlihat jelas huruf E nya akan cenderung sempit.

"Jadi tidak terlihat ada look-nya. Itu biasanya penulis yang seperti ini, punya kecenderungan untuk tidak bisa mendengarkan masukan atau saran dari orang lain. Cuma mungkin kita bisa memaklumi, karena pola pikir beliau yang cerdas itu kan jadi ya mungkin, dia merasa sudah tahu nih caranya seperti ini," kata Tessa.

Sumber: Warta kota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved