Brigadir J Ditembak Mati
INILAH Garis Besar Hasil Autopsi Ulang Brigadir J, Salah Satu di Antaranya Otak Dipindahkan ke Perut
Ade Firmansyah mengatakan bahwa proses autopsi ulang yang dilakukan berfokus kepada luka pada tubuh almarhum Brigadir J yang menuai kecurigaan
Untuk kaki kanan Brigadir J yang bengkok dan tidak lurus, kata Kamaruddin juga diteliti dokter forensik. "Kemudian di kaki kanan sebelah bawah yang ada jahitan belum bisa dipastikan karena apa. Namun untuk sementara katanya diduga untuk memasukkan formalin," kata Kamaruddin.
Hal hampir sama katanya ditemukan di pergelangan kaki kiri. Di luar itu semua kata Kamaruddin, pihaknya juga meminta dokter forensik memeriksa organ dalam tubuh Brigadir J atas kemungkinan korban tewas diracun.
"Menurut dokter itu sulit karena jenazah sudah dimasukkan formalin dua kali. Namun dari ginjal korban, ini sedang didalami karena ginjal sensitif dan semoga itu bisa memastikan diracun atau tidak," kata Kamaruddin.
Terkait dugaan jeratan di leher, kata Kamaruddin, kedua wakil keluarga menyatakan bahwa untuk otot leher tidak ada resapan darah, dan dokter forensik memastikan tidak ada jeratan di leher. "Yang ada bekas tembakan ketika dijahit jadi ketarik, seperti garis, begitu informasinya, tapi itu beum pasti karena masih diperiksa di RSCM," katanya Kamaruddin.
Selengkapnya tonton mulai dari durasi 1:30:29 menit.
(*/tribun-medan.com/WartaKotalive.com)
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Hasil Autopsi Ulang Brigadir J dari Wakil Keluarga, 4 Luka Tembak, Luka Terbuka dan Patah Tulang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pemakaman-Ulang-Brigadir-Yosua-Hutabarat-Brigadir-J-dilakukan-secara-kepolisian.jpg)