Harga Pupuk
HARGA Pupuk Subsidi Capai Rp 135 Per Karung, Petani di Karo Terpaksa Batasi Penggunaannya
Akhir-akhir ini sejumlah petani mengeluhkan tentang harga pupuk non subsidi yang harganya kian mahal.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
Dirinya menjelaskan, kenaikan harga ini juga berlaku bagi semua jenis pupuk non subsidi.
"Sebelumnya, harga pupuk urea non subsidi hanya Rp 7.000 per kilogram, sekarang mencapai Rp.14.000 per kilogram. Untuk satu karungnya, dengan berat 50 Kilogram dulunya Rp 280.000 kini menjadi Rp 650.000 per karungnya," ucapnya.
Untuk pupuk jenis mutiara, sebelumnya seharga Rp.10.000 per kilogram kini menjadi Rp.17.000. Sementara harga satu sak yang sebelumnya Rp 425.000, kini menjadi Rp 850.000 per sak. Sedangkan pupuk KCL yang sebelumnya seharga Rp 7.000 kini menjadi Rp 20.000, dan harga satu saknya dari Rp 300.000 kini menjadi Rp 900.000. Kemudian, pupuk merk TSP sebelumnya seharga Rp 6.000 kini menjadi Rp 16.000 perkilogram, dan untuk satu saknya sebelumnya Rp 300.000 kini mencapai Rp 830.000.
“Sudah terjadi sekitat kurang lebih dari setahun terakhir, enggak tau juga kita penyebabnya," Katanya.
Lebih lanjut, dengan kenaikan harga ini membuat daya beli petani menjadi sedikit berkurang dibanding sebelumnya.
Dengan kondisi ini, membuat penjualan pupuk juga menjadi melemah karena petani yang sudah semakin mengurangi penggunaan pupuk.
(cr4/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Suasana-penjualan-bibit-tanaman-milik-salah-satu-warga-di-Kecamatan-Berastagi.jpg)