Kesehatan
GEJALA Saraf Kejepit hingga Sakit Tulang atau Cedera Tulang, Penyebab dan Tips Mencegahnya
edera tulang hingga syaraf kejepit bisa terjadi pada siapa pun. Meski umumnya penyakit ini lebih banyak diderita orang yang berusia di atas 40 tahun.
TRIBUN-MEDAN.com - Cedera tulang hingga syaraf kejepit bisa terjadi pada siapa pun.
Meski umumnya penyakit ini lebih banyak diderita orang yang berusia di atas 40 tahun.
Tapi bukan berarti usia muda tidak bisa terkena syarah kejepit lho.
Apalagi kini pola hidup akibat wabah covid-19 berubah.
Orang yang kebanyakan duduk juga berisiko.
Baca juga: Tentara Rusia Menyerah di Kharkiv, Ukraina Pulangkan Ribuan Jenazah Lawan Biar Dikubur Bermartabat
Baca juga: DAFTAR Harga HP Vivo Baru Akhir Bulan Februari, Spesifikasi Vivo Y12s versi 2021|Vivo Lainnya Seri Y
Dosen Departemen Ilmu Bedah, FK-KMK Universitas Gadjah Mada dr. Yudha Mathan Sakti, Sp. OT(K) mengingatkan ada risiko cedera tulang belakang pada orang yang melakukan aktivitas work from home alias WFH.
Baca juga: BERANINYA Rusia Siapkan Nuklir dalam Perang, Ancaman Mengejutkan Vladimir Putin Picu Reaksi Amerika
Yudha memaparkan, secara umum ada lima penyebab cedera tulang belakang, yaitu karena bawaan atau kongenital, infeksi, trauma (seperti jatuh yang mengakitbatkan trauma atau cedera pada tulang belakang yang melibatkan saraf) dan suatu proses kegananasan atau metabolisme.
Selain itu, bekerja dari rumah juga berkontribusi menimbulkan tekanan pada saraf tulang belakang yang lebih tinggi atau disebut dengan HNP atau dikenal dengan istilah ‘saraf terjepit’, yaitu penekanan saraf tulang belakang karena rusaknya bantalan tulang belakang.
“Work from home ini juga bisa menimbulkan cedera pada saraf tulang belakang. HNP atau saraf kejepit meningkat frekuensinya pada orang yang bekerja dalam posisi duduk, dimana kalau kita duduk beban itu tidak didistribusikan ke panggul atau lutut dan kaki. Jadi, 100 persen beban itu diterima tulang belakang, akhirnya bantalannya rusak dan menimbulkan saraf kejepit,” ujar Yudha dalam kegiatan Radio UGM beberapa waktu lalu.
Tulang belakang merupakan struktur yang vital dan kompleks, dimana satu strukturnya berfungsi untuk menjalankan jalur informasi antara alat gerak (kaki dan tangan) dan pusat intruksi (otak).
“Segala sesuatu yang berpotensi untuk menganggu jalannya informasi antara alat gerak dan otak bisa menimbulkan gejala oleh penderita,” tutur Yudha.
Tulang belakang terdiri dr 33 ruas dari pangkal kepala atau daerah leher hingga tulang ekor.
Insiden lokasi terjadinya masalah tulang belakang banyak terjadi di daerah yang tidak terlalu stabil atau tidak ada struktur yang memegang dengan baik.
“Kalau kita amati saja, yang tidak dipegang dengan stabil pertama itu di leher. Kalau di daerah dada itu yang memegang ada tulang iga, jadi dia relatif stabil dan masalahnya lebih sedikit. Kedua, di daerah pinggang. Ketiga, daerah peralihan, yaitu antara leher dan tulang punggung bagian atas," jelas dr Yudha.
Gejala Cedera Tulang Belakang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Saraf-Kejepit-Saraf-Kejepit.jpg)