Materi Belajar Sekolah

Ketika Gubernur Sumut Pertama Diminta 120 Juta Gulden oleh Naga Bonar untuk Anggaran Pasukan

Inilah kisah hidup Pahlawan Nasional Sutan Mohaman Amin Nasuiton atau Sutan M. Amin Nasution saat bertemu dengan Timur Pane. 

Ist
SM Amin Nasution, Gubernu Sumut Pertama 

TRIBUN-MEDAN.com - Inilah kisah hidup Pahlawan Nasional Sutan Mohaman Amin Nasuiton atau Sutan M. Amin Nasution saat bertemu dengan Timur Pane. 

Timur Pane merupakan prajutir kemerdekaan Republik Indonesia. Sosok Timur Pane dianggap sama dengan Naga Bonar, tokoh utama dalam film "Naga Bonar". 

Timur Pane juga sebagai pimpinan di Laskar Marsose yang bermarkas di Prapat, Kawasan Tepi Danau Toba, Kabupaten Simalungun.

Sutan M. Amin Nasution juga merupakan Pahlawan Nasional dari Sumatera Utara. Ia menjabat sebagai Gubernur Sumut pertama.  

Sutan Mohammad Amin Nasution pontang-panting menjalankan pemerintahan di Sumatra Utara.

Sebagai gubernur muda, Amin menghadapi dua kubu sekaligus.

Di satu sisi, Belanda datang kembali menancapkan kekuasaan.

Tapi di sisi lain, kelompok laskar pun berbuat sesuka hati dan malah malah turut mengacau keamanan.

“Tantangan kedua yang harus dihadapi, adalah dari pihak Laskar Marsose di bawah pimpunan Timur Pane,” tutur Amin dalam memoarnya Kenang-kenangan dari Masa Lampau.

Menurut Amin, Laskar Marsose tersebut merupakan gabungan beberapa laskar yang bersatu menuntut suatu pengakuan resmi dari pemerintah.

Sebagaimana disebutkan Kementerian Penerangan RI dalam buku Republik Indonesia: Propinsi Sumatra Utara, Timur Panelah yang mengorganisasi berbagai barisan Laskar Marsose.

“Timur Pane menyatakan dirinya jenderal mayor dan mengangkat beberapa kolonel dan opsir-opsir menengah lainnya,” tulis Kementerian Penerangan.

Gubernur Pertama Sumut, Sutan Mohammad Amin Nasution
Gubernur Pertama Sumut, Sutan Mohammad Amin Nasution (Historia.id/Betaria Saurlina)

Timur Pane Meminta 120 Juta Gulden

Timur Pane membangun reputasinya sebagai jagoan yang disegani ketika memimpin Laskar Napindo Naga Terbang dalam pertempuran Medan Area.

Untuk melegitimasi kedudukannya, Timur Pane menuntut pengakuan dari pemerintah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved