BANYAK Sekolah yang Belum Gelar Pembelajaran Tatap Muka meski Sudah Diizinkan, Ini Alasannya

Untuk surat izin pelaksanaan dari Dinas Pendidikan Sumatera Utara sudah diterima oleh kepala sekolah tingkat SMA dan SMK di Kota Medan.

Tayang:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ANISA RAHMADANI
Kepala MKKS Kota Medan Buang Agus saat ditemui di SMAN 1 Kota Medan, Rabu (13/10/2021) 

"Mudah-mudahan semua bisa mematuhi aturan yang telah dibuat agar tidak ada cluster baru penyebaran covid-19," tukasnya.

SMAN 1 Medan Perdana Belajar Tatap Muka dengan Prokes Ketat, Ini Kesan Para Siswa

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Medan menggelar belajar tatap muka perdana, Rabu (13/1/2021).

Dari amatan Tribun Medan, siswa mulai tiba di SMAN 1 Kota Medan yang beralamatkan di Jalan Cik Diktiro pada pukul 07.30 WIB, dengan pakaian seragam sekolah dan protokol kesehatan yang ketat.

Selain siswa dan guru datang dengan Prokes yang ketat, pihak sekolah pun telah menyiapkan fasilitas Prokes sebelum masuk ke ruangan kelas.

Di gerbang pintu sejolah sudah disediakan tempat pencuci tangan dan hand sanitizer serta alat pengecek suhu badan.

Jeswani, siswi yang mengikuti pelaksanaan PTMT perdana ini mengaku senang karena bisa melaksanakan belajar di sekolah kembali.

"Senang sekali cuman karena kita kelasnya gak di gabung jadi sedikit kurang seru. Tapi mau gimana lagi namanya masih pandemi," tutur siswi kelas 11 MIPA ini.

Diterangkan Jeswani juga bahwa pelaksanaan PTMT dengan sistem pembagian kelas membuat tenaga guru menjadi terporsir dua kali.

"Sistem di sekolah kami itu misal hari ini kelas 11 maka seluruh kelas 11 hadir hari ini dan kami dibagi per kelas 18 orang dan otomatis guru kami setelah ngajar di kelas kami dia harus ngajar di kelas lain lagi dengan materi yang sama," ucapnya.

Hal serupa juga dikatakan Zazkia Aufi, menurutnya pelaksanaan PTM ini sangat yang ditunggu-tunggu oleh pihaknya.

"Senang karena ini yang saya tunggu-tunggu bisa belajar di kelas karena kalau belajar daring itu tingkat kesulitannya lebih tinggi," ucapnya.

Namun ia merasa iba sebab guru harus melaksanakan pengulangan materi yang sama di ruang kelas lainnya.

"Cuman kasian guru kami sebab dia harus berulang ulang menjelaskan materi pembelajaran yang sama ke kelas lain karena yang masuk satu tingkatan kelas," tuturnya.

Untuk itu mereka pun berharap agar pelaksanaan PTMT berjalan selamanya agar tidak ada pembelajaran daring lagi di rumah

"Berharap daring ini ditiadakan dan kami bisa belajar di sekolah tanpa ada pembagian lainnya seperti saat ini ," ucap kedua siswi itu serempak.

Penjelasan Kepala Sekolah SMAN 1 Medan

Kepala Sekolah SMAN 1 Medan Sabar mengatakan, bahwa pelaksanaan PTMT ini sudah ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara ( Kadisdik Prov SU)

"Jadi kemarin pak Kadis kesini dan menyatakan sekolah kami sudah bisa melaksanakan PTMT karena untuk vaksinasi kami sudah semua 100 persen dan juga prokes pun kami dikatakan Disdik sudah cukup," tuturnya.

Untuk sistem pembelajaran PTMT Sabar menyatakan bahwa pembelajaran daring dilakukan 4 hari saja.

"Jadi sistemnya misal hari ini kelas 11 maka selama dua hari seluruh siswa kelas 11 akan melaksanakan PTMT dan empat harinya mereka melakukan pembelajaran daring," terangnya.

"Jadi tidak ada sistem Hybrid semua siswa dalam satu tingkatan itu dihadirkan di sekolah selama dua hari untuk PTMT," terangnya.

Dalam pembagian kelas pun setiap kelas dibagi menjadi 18 siswa.

"Jadi ini kan satu tingkatan yang sekolah kita bagi 18 orang per kelas," tuturnya.

Terkait jam istirahat, dikatakan Sabar ada hanya saja siswa diwajibkan tetap di ruang lingkup sekolah.

"Jadi jam istirahat itu mereka kan dianjurkan untuk bawa bekal jadi mereka tetap di lingkungan sekolah," tuturnya.

Disinggung mengenai satgas sekolah, dijelaskan Sabar pihaknya telah membentuk Satgas hanya saja belum ada orang kecamatan yang meninjau pelaksanaan Satgas di sekolahnya.

"Kita sudah buat Satgas tapi sampai saat ini belum ada satgas kecamatan yang mendatagi sekolah cuman kita sudah melaporkan pihak satgas kita ke kecamatan," ucapnya.

Untuk itu ia berharap agar seluruh pihak sekolah baik siswa maupun guru agar tetap mematuhi aturan SOP yang telah dibuat oleh Disdik Provsu.

"Mudah-mudahan semua bisa mematuhi aturan yang telah dibuat agar tidak ada cluster baru penyebaran covid-19," tukasnya.

( cr5/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved