BANYAK Sekolah yang Belum Gelar Pembelajaran Tatap Muka meski Sudah Diizinkan, Ini Alasannya
Untuk surat izin pelaksanaan dari Dinas Pendidikan Sumatera Utara sudah diterima oleh kepala sekolah tingkat SMA dan SMK di Kota Medan.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka ( PTM) untuk tingkat SMA di Kota Medan sudah diizinkan akan tetapi masih banyak sekolah yang belum melaksanakan kegiatan PTM, Rabu (13/10/2021).
Menurut Kepala Majelis Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Buang Agus menyatakan bahwa untuk surat izin pelaksanaan dari Dinas Pendidikan Sumatera Utara sudah diterima oleh kepala sekolah tingkat SMA dan SMK di Kota Medan.
KAPOLSEK Percut Seituan Resmi Dicopot setelah Korban Premanisme malah Dijadikan Tersangka
OKNUM Pejabat yang Diduga Berselingkuh Ditangkap saat Berada di Dalam Mobil
KETUA Ormas di Sergai Ditangkap karena Lakukan Pemerasan, Korban Alami Kerugian hingga Rp 6 Juta
TIGA Pembunuh Bapak Kos Lolos dari Hukuman Seumur Hidup, Keluarga Korban Tidak Terima
2 Pelaku Pengerusakan di Rumah Sakit HKBP Balige Ditangkap, Begini Kondisinya Kini
LESTI Kejora Bongkar Kebiasaan Suami setelah Menikah, Rizky Billar: Orang Pikirannya Kemana-mana
Hanya saja masih banyak sekolah tingkat SMA yang harus menyiapkan pelaksanaan kegiatan PTM di sekolahnya masing-masing.
"Senin depan lebih tepatnya tanggal 18 Okteber 2021 itu baru banyak yang sekolah Tingkat SMA dan SMK akan melaksanakan PTM ," ucapnya saat ditemui di SMAN 1 Kota Medan.
Dikatakan Buang bahwa banyak sekolah yang akan melaksanakan PTM pada senin depan disebabkan beberapa alasan.
"Ada beberapa alasan diantaranya masih banyak yang menunggu untuk menyelesaikan Ujian Tengah Semester dulu karena beberapa sekolah sudah dijadwalkan ujian ada juga sekolah yang masih menyiapkan prokes yang ketat di sekolahnya dan hal lain sebagainya," tutur Buang.
Meski banyak sekolah tingkat SMA yang masih belum melakukan PTM tetapi sudah ada sekolah tingkat SMA dan SMK yang melaksanakan PTM.
"Tapi sudah ada juga yang melaksanakan PTM dan kebanyakan swasta merata sudah melaksanakan kegiatan itu," tuturnya.
Sementara untuk tingkat SMA Negeri ataupun SMK baru SMAN 1 yang sudah melaksanakan PTM.
"Kalau setau saya tadi itu pembukaan PTM dilakukan Disdik Provinsi Sumut di SMAN 1," ucapnya.
Buang menyatakan bahwa seluruh sekolah tingkat SMA dan SMK sudah mendapat surat edaran untuk diperbolehkannya pelaksanaan PTM.
"Semua sudah ada surat edarannya cuman kebanyakan para kepala sekolah bersepakat untuk melaksanakannya setelah ujian tengah semester berakhir terlebih dahulu," tuturnya.
Hanya SMA Negeri 1 Medan yang Boleh Laksanakan Belajar Tatap Muka
Pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) tingkat SMA negeri di Kota Medan baru diadakan di SMA Negeri 1 Medan.
Menurut Kepala SMA Negeri 1 Medan, Sabar, pihaknya boleh melaksanakan PTMT karena siswa dan tenaga pendidik sudah jalani vaksinasi Covid-19.
"Jadi kemarin pak Kadis (Pendidikan Sumut) ke sini dan menyatakan sekolah kami sudah bisa melaksanakan PTMT karena untuk vaksinasi kami sudah semua 100 persen, dan juga prokes pun sudah cukup," kata Sabar, Rabu (13/10/2021).
PEMBUNUH Hotel Hawai Dijanjikan Uang 300 Ribu sehabis Berhubungan Intim, Habisi Korban Pakai Parang
MENYASAR Pedagang Wanita Dianiaya Preman tapi Jadi Tersangka, Hinca Panjaitan Cecar Kapolda Sumut
BUNTUT Pedagang Sayur Dijadikan Tersangka, Kanit Reskrim Dicopot, Inilah Penggantinya
TERKUAK Motif Mahasiswi Edarkan Narkoba di Kampus USU, Pengakuannya Mengagetkan: Sehari Habis 1 Kg
LUNA Maya dan Ariel Noah Akhirnya Bertemu, Ini Kalimat Pujian Sang Artis yang Bikin Baper
ARTIS Papan Atas Sinetron Ikatan Cinta Tertangkap Basah Lakukan Ini tapi Tetap Panen Pujian
Untuk sistem pembelajaran PTMT, lanjut Sabar, akan dilakukan roling atau bergantian.
Baca juga: Materi Belajar Sekolah: Proses Lebah Membuat Madu dan Jenisnya
"Jadi sistemnya misal hari ini kelas 11 (belajar), maka selama dua hari seluruh siswa kelas 11 akan melaksanakan PTMT dan empat harinya mereka melakukan pembelajaran daring," terangnya.
Jadi, kata dia, tidak ada sistem hybrid.
"Semua siswa dalam satu tingkatan itu dihadirkan di sekolah selama dua hari untuk PTMT," terangnya.
Dalam pembagian kelas pun setiap kelas diisi 18 siswa.
PENGGEREBEKAN KAMPUS USU, Terkuak Asal Muasal Narkoba yang Diedarkan di Kampus USU, Ternyata . . .
DAFTAR Nama Mahasiswa dan Alumni USU yang Diamankan BNN Sumut saat Penggerebekan
VIVO Y33s Dibanderol Rp 3,3 Juta, Dilengkapi Chipset Gaming serta Kapasitas RAM 8 GB
MEMILUKAN, Warung Satu-satunya Tempat Mencari Nafkah Ludes Dilalap Api di Padang Bulan
ZAINAL Silitonga Sempat Ngumpul dengan Teman-temannya Sebelum Ditemukan Tewas Mengenaskan
BAIM Wong Beberkan Kronologi Marahi Bapak Tua yang Minta Uang, Sebut Bahaya Dipepet saat Bawa Anak
Terkait jam istirahat, lanjut Sabar, siswa cuma boleh di lingkungan sekolah.
"Jadi jam istirahat itu mereka kan dianjurkan untuk bawa bekal, jadi mereka tetap di lingkungan sekolah," tuturnya.
Disinggung mengenai satgas sekolah, dijelaskan Sabar pihaknya telah membentuk Satgas.
Hanya saja belum ada orang kecamatan yang meninjau pelaksanaan Satgas di sekolahnya.
"Kita sudah buat Satgas, tapi sampai saat ini belum ada satgas kecamatan yang mendatagi sekolah. Cuman kita sudah melaporkan pihak satgas kita ke kecamatan," ucapnya.
Untuk itu ia berharap agar seluruh pihak sekolah baik siswa maupun guru agar tetap mematuhi aturan SOP yang telah dibuat oleh Disdik Provsu.
"Mudah-mudahan semua bisa mematuhi aturan yang telah dibuat agar tidak ada cluster baru penyebaran covid-19," tukasnya.
SMAN 1 Medan Perdana Belajar Tatap Muka dengan Prokes Ketat, Ini Kesan Para Siswa
Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Medan menggelar belajar tatap muka perdana, Rabu (13/1/2021).
Dari amatan Tribun Medan, siswa mulai tiba di SMAN 1 Kota Medan yang beralamatkan di Jalan Cik Diktiro pada pukul 07.30 WIB, dengan pakaian seragam sekolah dan protokol kesehatan yang ketat.
Selain siswa dan guru datang dengan Prokes yang ketat, pihak sekolah pun telah menyiapkan fasilitas Prokes sebelum masuk ke ruangan kelas.
Di gerbang pintu sejolah sudah disediakan tempat pencuci tangan dan hand sanitizer serta alat pengecek suhu badan.
Jeswani, siswi yang mengikuti pelaksanaan PTMT perdana ini mengaku senang karena bisa melaksanakan belajar di sekolah kembali.
"Senang sekali cuman karena kita kelasnya gak di gabung jadi sedikit kurang seru. Tapi mau gimana lagi namanya masih pandemi," tutur siswi kelas 11 MIPA ini.
Diterangkan Jeswani juga bahwa pelaksanaan PTMT dengan sistem pembagian kelas membuat tenaga guru menjadi terporsir dua kali.
"Sistem di sekolah kami itu misal hari ini kelas 11 maka seluruh kelas 11 hadir hari ini dan kami dibagi per kelas 18 orang dan otomatis guru kami setelah ngajar di kelas kami dia harus ngajar di kelas lain lagi dengan materi yang sama," ucapnya.
Hal serupa juga dikatakan Zazkia Aufi, menurutnya pelaksanaan PTM ini sangat yang ditunggu-tunggu oleh pihaknya.
"Senang karena ini yang saya tunggu-tunggu bisa belajar di kelas karena kalau belajar daring itu tingkat kesulitannya lebih tinggi," ucapnya.
Namun ia merasa iba sebab guru harus melaksanakan pengulangan materi yang sama di ruang kelas lainnya.
"Cuman kasian guru kami sebab dia harus berulang ulang menjelaskan materi pembelajaran yang sama ke kelas lain karena yang masuk satu tingkatan kelas," tuturnya.
Untuk itu mereka pun berharap agar pelaksanaan PTMT berjalan selamanya agar tidak ada pembelajaran daring lagi di rumah
"Berharap daring ini ditiadakan dan kami bisa belajar di sekolah tanpa ada pembagian lainnya seperti saat ini ," ucap kedua siswi itu serempak.
Penjelasan Kepala Sekolah SMAN 1 Medan
Kepala Sekolah SMAN 1 Medan Sabar mengatakan, bahwa pelaksanaan PTMT ini sudah ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara ( Kadisdik Prov SU)
"Jadi kemarin pak Kadis kesini dan menyatakan sekolah kami sudah bisa melaksanakan PTMT karena untuk vaksinasi kami sudah semua 100 persen dan juga prokes pun kami dikatakan Disdik sudah cukup," tuturnya.
Untuk sistem pembelajaran PTMT Sabar menyatakan bahwa pembelajaran daring dilakukan 4 hari saja.
"Jadi sistemnya misal hari ini kelas 11 maka selama dua hari seluruh siswa kelas 11 akan melaksanakan PTMT dan empat harinya mereka melakukan pembelajaran daring," terangnya.
"Jadi tidak ada sistem Hybrid semua siswa dalam satu tingkatan itu dihadirkan di sekolah selama dua hari untuk PTMT," terangnya.
Dalam pembagian kelas pun setiap kelas dibagi menjadi 18 siswa.
"Jadi ini kan satu tingkatan yang sekolah kita bagi 18 orang per kelas," tuturnya.
Terkait jam istirahat, dikatakan Sabar ada hanya saja siswa diwajibkan tetap di ruang lingkup sekolah.
"Jadi jam istirahat itu mereka kan dianjurkan untuk bawa bekal jadi mereka tetap di lingkungan sekolah," tuturnya.
Disinggung mengenai satgas sekolah, dijelaskan Sabar pihaknya telah membentuk Satgas hanya saja belum ada orang kecamatan yang meninjau pelaksanaan Satgas di sekolahnya.
"Kita sudah buat Satgas tapi sampai saat ini belum ada satgas kecamatan yang mendatagi sekolah cuman kita sudah melaporkan pihak satgas kita ke kecamatan," ucapnya.
Untuk itu ia berharap agar seluruh pihak sekolah baik siswa maupun guru agar tetap mematuhi aturan SOP yang telah dibuat oleh Disdik Provsu.
"Mudah-mudahan semua bisa mematuhi aturan yang telah dibuat agar tidak ada cluster baru penyebaran covid-19," tukasnya.
( cr5/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kepala-mkks-kota-medan-buang-agus-saat-ditemui-di-sman-1-kota-medan.jpg)