Materi Belajar Sekolah

Biografi WR Supratman, Kumandangkan Lagu Indonesia Raya Pertama Kali di Kongres Pemuda

WR Supratman mengukir kisah hidupnya dari seorang musikus, wartawan, hingga pahlawan nasional.

Ist
Patung WR Supratman, pencipta lagu Indonesia Raya 

Para peserta kongres ini kemudian berdiri dan ikut bernyanyi mengikuti kur dan iringan biola WR Supratman sebagai bentuk penghormatan pada Indonesia Raya.

Karya WR Supratman Meresahkan Pihak Belanda
Kepopuleran lagu Indonesia Raya pun semakin luas hingga membuat pihak Belanda khawatir jika lagu tersebut dapat membangkitkan semangat kemerdekaan.

Karena keresahan Belanda itulah akhirnya pada tahun 1930 lagu Indonesia Raya dilarang untuk dinyanyikan di acara atau kesempatan apapun.

Pemerintah kolonial menggunakan alasan kepada publik bahwa lagu Indonesia Raya tersebut dapat mengganggu ketertiban dan keamanan.

Tidak hanya dilarang, WR Supratman juga mendapat ancaman, bahkan ia sempat ditahan dan di introgasi atas lirik lagu yang ia buat (merdeka, merdeka, merdeka).

Berkat keuangan dari berbagai kalangan, akhirnya pemerintah Hindia Belanda mencabut tuntutannya terhadap WR Supratman dan memperbolehkan lagu Indonesia dinyanyikan dengan syarat hanya dinyanyikan di ruang tertutup saja.

Keberhasilan lagu Indonesia Raya membaut WR Supratman kembali menciptakan lagu berjudul Matahari Terbit. Pemerintah Belanda kembali menahan WR Supratman karena ciptaan lagunya yang dianggap berbahaya bagi posisi mereka.

Lagu Matahari Terbit dianggap oleh pemerintah Belanda memuji Dai Nippon yakni pihak Jepang. Namun WR Supratman berhasil bebas dari tuduhan Belanda berkat bantuan Van Eldik. Setelah keluar dari tahanan singkat itu WR Supratman justru jatuh sakit.

Kondisi buruknya tersebut membuat pemerintah Belanda senang. Karena kondisinya yang semakin memburuk, tepat pada tanggal 17 Agustus 1938 WR Supratman Wafat di usianya yang ke 35 tahun.

Sebelum kepergiannya, WR Supratman sempat berkata pada kakak iparnya, Oerip Kasansengari bahwa ia yakin bahwa Indonesia pasti akan merdeka.

Tak disangka hari wafatnya pada akhirnya bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia 7 tahun kemudian. WR Supratman dikebumikan di pemakaman umum di Jalan Kenjeran Surabaya.

Selain lagu Indonesia Raya, WR Supratman juga menciptakan beberapa lagu kebangsaan yang kemudian saat ini kita kenal sebagai lagu wajib nasional.

Berikut daftar lagu ciptaan WR Supratman:

Indonesia Raya : Lagu Kebangsaan Republik Indonesia yang diciptakan pada tahun 1924
Ibu Kita Kartini : Lagu Wajib Nasional yang diciptakan pada tahun 1929
Di Timoer Matahari : Lagu Wajib yang diciptakan pada tahun 1931
Indonesia Iboekoe : Yang Diciptakan pada tahun 1926
Bendera Kita Merah Poetih : Yang Diciptakan pada tahun 1928
Bangoenlah Hai Kawan : Yang Diciptakan pada tahun 1929
Mars KBI : Lagu Kepandoean Bangsa Indonesia yang Diciptakan pada tahun 1930
Mars PARINDRA : Lagu Partai Indonesia yang Diciptakan pada tahun 1930
Mars Soerya Wirawan : Yang Diciptakan pada tahun 1937
Matahari Terbit : Yang Diciptakan pada tahun 1928
Selamat Tinggal : Lagu yang belum selesai WR Supratman tulis di tahun 1938
Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi

Berkat peran dan karya besarnya, pemerintah membangun museum WR Supratman yang terletak di Jl Mangga Nomor 21 Tamansari, Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Museum ini berisi beberapanya barang milik WR Supratman salah satunya adalah biola legendaris Sang Musikus.

Museum tersebut rupanya adalah kediaman WR Supratman sebelum ia wafat pada tahun 1938. Sebelum dijadikan museum, tempat tersebut sempat ditinggali oleh sebuah keluarga hingga tahun 1974 dan akhirnya kosong selama 27 tahun lamanya.

Jejak perjuangan WR Supratman juga dipamerkan di Museum Sumpah Pemuda yang berada di JL Kramat Raya Nomor 106, Jakarta.

WR Supratman merupakan pahlawan nasional yang ikut berperan bersama tokoh-tokoh pemuda pergerakan nasional lainnya dalam peristiwa melahirkan deklarasi sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

Karena perannya itulah WR Supratman menjadi aktivis pergerakan nasional yang menciptakan lagu Indonesia Raya sebagai wujud rasa persatuan dan kehendak bangsa Indonesia untuk merdeka.

(*/tribun-medan.com)

Baca juga: Materi Belajar Bahasa Indonesia: Cara Membuat Karya Tulis Ilmiah serta Strukturnya

Baca juga: Materi Belajar Geografi: Batas Wilayah Negara Indonesia, Beserta Luas dan Letaknya

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved