Materi Belajar Sekolah
Biografi WR Supratman, Kumandangkan Lagu Indonesia Raya Pertama Kali di Kongres Pemuda
WR Supratman mengukir kisah hidupnya dari seorang musikus, wartawan, hingga pahlawan nasional.
WR Supratman kemudian bergabung dengan Surat Kabar Sin Po yang membuat kehidupan ekonominya membaik.
Di perusahaan media Sin Po juga membuat WR Supratman menjadi lebih dekat dengan tokoh-tokoh pergerakan. Yakni Sumarno, M. Tabrani, Bahder Djohan, Paul Pinontoan, dan Sumarto.
WR Supratman mengungkapkan kekagumannya pada M. Tabrani dan Sumarto saat berpidato di Kongres Pemuda Indonesia Pertama.
Dari situlah WR Supratman memiliki ide untuk membuat lagu “Indonesia Raya” dengan inspirasi “Cita-cita satu nusa, satu bangsa yang digelari Indonesia Raya.”
Setelah Kongres selesai, WR Supratman mulai membuat konsep lagu kebangsaan dengan tulisan dalam not balok dan not angka.
Lagu Indonesia Raya akhirnya tercipta dengan tiga kuplet dengan bait ulangan dan irama lagu, 6 per 8.
Sebagai wartawan ia ditugaskan untuk meliput Kongres II pada 28 Oktober 1928 di Batavia. Namun kali ini WR Supratman tidak ingin hanya menulis berita melainkan ia berinisiatif untuk menyanyikan lagu ciptaannya.
Selebaran salinan lagu Indonesia Raya ia sebar kepada para pemimpin organisasi pemuda. Akhirnya WR Supratman mendapat izin dari Sugondo untuk menyanyikannya saat jam istirahat.
Namun karena keraguan Sugondo setelah membaca lirik lagunya yang sangat lugas, ia khawatir pemerintah dapat memboikot acara kongres.
Oleh sebab itu Sugondo hanya mengizinkan WR Supratman membawakannya dalam instrumen biola saja.
Saat jam istirahat tiba, lagu Indonesia Raya dilantunkan dengan versi instrumental WR Supratman yang menakjubkan. Semua peserta kongres tercengan dan terharu dengan keindahan gesekan biola WR Supratman.
Itulah saat pertama kali lagu Indonesia Raya dikumandangkan dan mendapat sambutan hangat para penonton. Lirik dan notasi lagu Indonesia Raya kemudian pertama kali diterbitkan di edisi 10 November 1928 Surat Kabar Sin Po dengan jumlah 5.000 eksemplar.
Dari terbitan Surat Kabar Sin Po inilah akhirnya judul lagu WR Supratman yang semual “Indonesia” menjadi “Indonesia Raja” yang kemudian sekarang akrab kenal Indonesia Raya.
Setelah itu lagu kebangsaan tersebut kemudian dibawakan lagi oleh WR Supratman pada pembubaran panitia kongres kedua di bulan Desember 1928. Pada acara ini kemudian lagu Indonesia raya dibawakan lengkap dengan liriknya.
Penampilan lagu Indonesia Raya juga dinyanyikan dengan iringan paduan suara. Berikutnya Lagu Indonesia dibawakan pada acara pembukaan Kongres PNI tanggal 18 hingga 20 Desember 1929.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pencipta-lagu-indonesia-raya.jpg)