Materi Belajar Sekolah
Biografi WR Supratman, Kumandangkan Lagu Indonesia Raya Pertama Kali di Kongres Pemuda
WR Supratman mengukir kisah hidupnya dari seorang musikus, wartawan, hingga pahlawan nasional.
WR Supratman memang tumbuh di keluarga musisi. Sang kakak, Roekijem juga sangat gemar dengan sandiwara dan musik. Ia bahkan banyak hasil karyanya yang dipertunjukan di mes militer.
Roekijem juga mahir bermain alat musik biola, kegemarannya inilah yang membuat WR Supratman juga juga bisa bermain alat musik biola dan membuatnya banyak membaca buku musik.
WR Supratman mulai berkecimpung di dunia musik saat kakak iparnya, W.M. Van Eldick memberinya kado sebuah biola saat ulang tahunnya yang ke 17.
Biola itulah yang membuat WR Supratman kemudian akrab dengan musik, terutama jazz. Ia dan kakak iparnya pun akhirnya mendirikan grup jazz dengan nama Black And White.
Grup jazznya tersebut sempat populer dikalangan sinyo-sinyo Belanda. Sebelum Sang Musikus ini bertransformasi menjadi tokoh kebangsaan, ia sering berfoya-foya dan berkencan dengan sinyo-sinyo Belanda.
Rupa kondisi bangsa berhasil mendesak dan menarik perhatiannya untuk ikut andil dalam bidang politik, seperti pelbagai pidato dan bacaan politik. Terutama WR Supratman sangat gemar membaca Koran Pemberita Makasar.
Pengetahuan politiknya pun akhirnya membuat WR Supratman memiliki hasrat untuk menciptakan lagu kebangsaan. Ia sempat mengalami kesulitan saat menulis lagu kebangsaan karena WR Supratman merasa pengalaman politiknya belum cukup.
Akhirnya ia pun melibatkan diri dalam perjuangan dan bertemu oleh para tokoh-tokoh pergerakan.
Dengan berbekal biola WR Supratman pergi ke Pulau Jawa, tepatnya Kota Bandung dimana daerah tersebut adalah pusat pergerakan tokoh-tokoh muda.
Sebelum sampai di Bandung, WR Supratman rupanya singgah di Surabaya dan akrab dengan para pelajar di sana yang penuh semangat juang.
WR Supratman, Seorang Musikus dan Wartawan
Setelah singgah sebentar di Surabaya beberapa tahun, pada tahun 1924 WR Supratman akhirnya pergi ke Cimahi.
Disanalah ia gemar membaca koran Kaoem Muda yang akhirnya membawa WR Supratman menjadi seorang jurnalis.
Sebelum ia diterima di Koran Kaoem Muda, WR Supratman sempat kursus kader politik di organisasi bentukan Soekarno, yakni Kelompok Studi Umum.
Karir jurnalisnya di Koran Kaoem Muda tidak berjalan lama, Ia kemudian pindah ke Biro Pers Algemene Pers News Agency (Alpena) sebagai reporter sekaligus editor.
Karena kondisi ekonomi perusahaan media tempat WR Supratman bekerja tersebut seret akhirnya membuat ia memutuskan untuk beralih ke media lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pencipta-lagu-indonesia-raya.jpg)