Pesepakbola Wanita Afghanistan Diminta untuk Membakar Jersey dan Menghapus Identitas di Medsos
Khalida Popal menceritakan soal perlakuan beringas Taliban yang membunuh, merajam, dan memerkosa para wanita di masa lampau saat mereka berkuasa.
Editor:
AbdiTumanggor
ISTIMEWA
Mantan kapten timnas wanita Afghanistan Khalida Popal meminta para pemain wanita yang masih di Afghanistan menghapus media sosial, identitas publik, dan membakar jersey mereka demi keselamatan di bawah kekuasaan Taliban. Hal tersebut disampaikan Popal dalam sebuah wawancara video dengan Reuters dari Kopenhagen, Denmark.
Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mendeklarasikan Imarah Islam Afghanistan dalam sebuah tweet dengan foto logo negara tersebut.
"Deklarasi Imarah Islam Afghanistan pada kesempatan peringatan 102 tahun kemerdekaan negara ini dari kekuasaan Inggris," tulis Zabihullah Mujahid di akun Twitter-nya,@Zabehulah_M33.
Sebelumnya Zabihullah Mujahid mengatakan, Imarah Islam Afghanistan menginginkan hubungan diplomatik dan perdagangan yang lebih baik dengan semua negara. Pembaruan nama negara itu dideklarasikan setelah Taliban merebut Kota Kabul dan Istana Presiden.
(*/tribun-medan.com/ Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mantan-timnas-wanita-afghanistan-khalida-popal.jpg)