Taliban Berhasil Kuasai Afghanistan, Terkuak Masuknya Aliansi China

Pergerakan cepat Taliban untuk menguasai Afghanistan ini rupanya tak lepas dari peran Donald Trump saat dirinya masih menjabat sebagai Presiden AS.

Editor: AbdiTumanggor
AP Photo/Zabi Karimi/Via CNN
Milisi Taliban kuasai Istana Presiden Afghanistan, di Kota Kabul, Senin (16 Agustus 2021). Taliban menyatakan perang di Afghanistan telah berakhir setelah gerilyawan menguasai istana presiden di Kabul. Pasukan pimpinan AS pergi dan negara-negara Barat bergegas mengevakuasi warganya Senin (16/8/2021). Sementara Presiden Ashraf Ghani melarikan diri dari negara itu pada hari Minggu (15/8/2021) dengan alasan untuk menghindari pertumpahan darah, dan warga Afghanistan meninggalkan bandara Kabul. 

Di Tengah Pandemi Covid-19, Taliban Berhasil Menguasai Afghanistan. Presiden Ashraf Ghani Telah Kabur ke Luar Negeri. Terkuak Peran Penting China-Rusia-Pakistan di Balik Kerjasamanya dengan Taliban. Kenapa Presiden Xi Jinping Ingin Mengendalikan Afghanistan dan Pakistan? Simak Ulasan Selengkapnya.

TRIBUN-MEDAN.COM --  Setelah AS dan sekutunya (NATO) memutuskan untuk menarik pasukannya dari Afghanistan ditambah lagi dengan situasi pandemi Covid-19, milisi Taliban semakin gencar melakukan serangan untuk merebut negara itu.

Momen penting di tengah pandemi covid-19 ini yang telah memporak-porandakan AS dan sekutunya, telah dimanfaatkan baik oleh aliansi China.

China memang menjadi negara pertama yang mengalami wabah Covid-19. Namun, setelah virus tersebut menyebar ke seluruh dunia, China berangsur-angsur mulai membaik dan kondisinya jauh lebih baik dari negara-negara besar di dunia lainnya saat ini.

Tetapi di balik itu semua, China telah mengekploitasi pandemi virus corona untuk memajukan negaranya sendiri.

Hal itu diungkapkan oleh anggota parlemen Partai Konservatif Inggris, dikutip dari Daily Express Selasa (2/8/21).

Tory MP dan Ketua Komite Terpilih Pertahanan House of Commons Tobias Ellwood bersikeras bahwa China telah menggunakan "kabut Covid" untuk meningkatkan agenda militer, ekonomi, dan keamanannya.

Selama wawancara dengan Express.co.uk, Mr Ellwood mengaku ada harapan bahwa China akan matang sebagai sebuah bangsa dan menjadi lebih kooperatif.

Namun, menurutnya akibat pandemi, banyak negara di dunia mulai mengevaluasi kembali hubungannya dengan negara komunis tersebut.

Meskipun pandemi, China tetap agresif terhadap tetangga internasionalnya.

Ini telah mengeluarkan ancaman ke banyak negara, terutama, Australia, AS, Inggris, India, Filipina, dan Taiwan.

Ellwood berkata, "Karena pandemi, saya percaya seluruh dunia mengevaluasi kembali pandangan mereka tentang China."

"Tindakan China yang awalnya berusaha menyembunyikan wabah, memanfaatkan kabut Covid, gangguan untuk mengejar agenda," tambahnya.

Ellwood menyoroti bagaimana China terus mendorong maju dengan rencananya untuk negara yang lebih besar daripada bekerja sama dengan seluruh dunia.

"Ini mengejutkan masyarakat internasional," kata Ellwood.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved