Informasi Rahasia Bocor, China Siapkan Ratusan Senjata Nuklir di Gurun Gansu, Amerika Ketar-ketir
Kekhawatiran AS mulai terlihat setelah menerima informasi rahasia, bahwa China telah membangun ratusan lebih banyak silo rudal.
Dari sektor maritim, pada 2015 lalu, China meluncurkan kapal selam nuklir dengan rudal balistik (SSBN) Type 094A yang dilengkapi rudal JL-2.
Rudal JL-2 memiliki jangkauan hingga 7.400 km. Sementara penerusnya, JL-3, diperkirakan memiliki jangkauan lebih dari 12.000 km. Sederhananya, AS akan masuk dalam jangkauan tersebut.
Belum cukup sampai di situ, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) juga telah menciptakan rudal glider hipersonik pertama di dunia DF-17. Kabarnya, rudal ini cukup cepat untuk sistem pertahanan rudal AS.
Dalam tes Agustus lalu, rudal penghancur kapal induk China, DF-26B dan DF-21D, telah berhasil menghantam kapal yang bergerak di Laut China Selatan.
Menurut Wang, dengan sederet kemampuan balasan ini tidak mungkin bagi AS untuk melancarkan serangan nuklir besar-besaran terhadap China.
Sistem tempur tak berawak demi memenangkan perang masa depan
Baru-baru ini Ilmuwan di universitas militer China dalam beberapa tahun terakhir telah fokus pada pengembangan sistem tempur tak berawak yang dimaksudkan untuk memenangkan perang di masa depan. Kini, upaya mereka mulai membuahkan hasil.
Melansir People's Daily, Laporan terbaru menunjukkan berbagai jenis peralatan tak berawak, termasuk platform tempur amfibi dan kendaraan tempur dengan konsep desain baru, yang akan memasuki dinas militer.
Sejak 2013, tim inovasi teknologi untuk sistem tempur tak berawak di National University of Defense Technology (NUDT) telah membuat inovasi independen yang melibatkan teknologi perbatasan dalam peperangan tak berawak, dan telah mengembangkan banyak jenis peralatan tempur tak berawak, yang akan meletakkan dasar teknis bagi pasukan China untuk memenangkan perang di masa depan, Radio Nasional China (CNR) melaporkan pada pekan lalu.
People's Daily yang mengutip CNR melaporkan, salah satu proyek, platform amfibi tak berawak, memenangkan tender kompetitif oleh departemen peralatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Foto yang dilampirkan pada laporan tersebut menunjukkan prototipe platform amfibi di dalam air. Platform seukuran perahu itu sepertinya berlayar dengan kecepatan tinggi dan telah melewati inspeksi pengiriman parameternya di atas air.
Proyek lain, yang dijuluki "kendaraan tempur dengan konsep desain baru," juga siap untuk pemeriksaan pengiriman, kata laporan itu.
Selama fase awal proyek, kepala tim NUDT melakukan survei terhadap lebih dari selusin unit militer untuk mempelajari kebutuhan pasukan akan kendaraan tempur tak berawak, dan akhirnya memutuskan untuk membangunnya untuk berbagai keperluan termasuk pembersihan rintangan dan pengintaian.
Dalam beberapa tahun terakhir, tim NUDT juga mengembangkan seri kendaraan darat tak berawak "Desert Wolf", yang dilengkapi dengan stasiun senjata yang dikendalikan dari jarak jauh, dan dapat mengangkut barang dan tentara yang terluka.
Menurut laporan itu, tim juga memodifikasi kendaraan serbu off-road Dongfeng Mengshi - jenis kendaraan yang banyak digunakan oleh PLA - menjadi varian tak berawak.
People's Daily melaporkan, dalam latihan pendaratan amfibi bersama skala besar baru-baru ini di lepas pantai tenggara daratan China di tengah memanasnya hubungan dengan Taiwan, PLA mengerahkan berbagai jenis peralatan tak berawak termasuk drone pengintai udara, kapal pemecah rintangan tak berawak, dan kendaraan darat tak berawak untuk serangan dan juga kendaraan darat tak berawak.
Senjata Laser China
Selain senjata tak berawak, China juga berhasil mengembangkan senapan laser yang dapat mengenai musuh yang berjarak satu kilometer.
Senjata laser yang diberi nama ZKZM-500 dikelaskan sebagai senjata yang "tidak mematikan" dapat memproduksi sinar energi yang tak kasat mata bisa membuat "karbonisasi instan" terhadap kulit dan jaringan manusia.
"Senjata ini mampu untuk membakar pakaian dalam hitungan detik, jika kainnya mudah terbakar, orang tersebut akan terbakar" kata salah satu ilmuwan yang membuat senjata tersebut seperti dilansir situs berita South China Morning Post.
"Rasa sakit yang ditimbulkan oleh senjata ini diluar daya tahan tubuh kita," kata peneliti yang ikut serta dalam pegembangan dan pegujian prototipe senjata tersebut di Institut Optik Xian dan Akedemi Ilmu Pengetahuan China bagian Presisi Mekanik, Provinsi Shaanxi.
Senapan laser tersebut sudah siap diproduksi secara massal dan digunakan pertama kali oleh pasukan anti-terorisme di kepolisian China.
Jika terjadi situasi penyanderaan, senapan laser China itu dapat menembus jendela yang dekat dengan target lalu melumpuhkan penyandera, sementara pasukan lainya masuk dan menyelamatkan sandera.
Senapan laser China tersebut juga dapat digunakan dalam operasi militer rahasia.
Sinar lasernya cukup kuat untuk meledakkan tangki bensin dan meledakkan fasilitas penyimpanan bahan bakar di pangkal militer.
Laser tersebut disetel ke frekuensi yang tidak dapat dilihat mata, dan tidak menghasilkan suara.
"Tidak ada yang tahu dari mana serangan tersebut berasal. Hal tersebut akan terlihat seperti kecelakaan," kata peneliti yang lain.
Para peneliti meminta untuk tidak disebutkan namanya karena projek tersebut dapat membahayakan mereka.
Pada tahun 2020 lalu, pemerintah Amerika mengajukan pengaduan resmi bahwa senjata laser yang ditembakan dari pangkalan angkatan laut China di Djibouti menyebabkan dua pilot militer AS mengalami cidera ringan dimata mereka.
Protokol PBB terkait senjata laser, dimulai pada tahun 1980 dan ditandatangani lebih dari 100 negara, melarang untuk menggunakan senjata laser generasi sebelumnya karena dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen.
Para peneliti menekankan tidak manusiawi jika menggunakan senjata ini untuk membunuh orang.
(*/tribun-medan.com/ Intisari )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pangkalan-nuklir-china.jpg)