PETAKA Alutsista Baru, Hercules Jatuh Hantam Rumah Warga, Puluhan Tentara dan 3 Warga Sipil Tewas
Pesawat nahas mengangkut tentara yang baru lulus pelatihan ke Sulu, memerangi terorisme yang kerap melakukan penculikan untuk mendapatkan tebusan.
Ketiga korban sipil tewas adalah dua bocah pria dan seorang wanita setelah rumahnya terkena sambaran pesawat.
“Satu C-130 kami saat mengangkut pasukan dari Cagayan De Oro, meleset dari landasan pacu, mencoba mendapatkan kembali tenaga tetapi gagal, dan akhirnya jatuh di Barangay Bangkal, Patikul, Sulu," katanya.
Sobejana tidak mengidentifikasi landasan pacu tetapi bandara terdekat dan satu-satunya di daerah itu adalah di Jolo.
Sekitar 40 penumpang telah diselamatkan dan sekarang menjalani perawatan di Rumah Sakit Divisi Infanteri Ke-11 di Barangay Busbus, Jolo, Sulu.
Tidak ada rincian lain yang segera tersedia, kata Sobejana.
Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mengatakan laporan awal menyatakan bahwa ada 96 penumpang termasuk tiga pilot dan lima kru pesawat.
Sisanya adalah personel Angkatan Darat yang dirop untuk bertugas.
"Sejauh ini, 40 orang yang terluka dan terluka berhasil diselamatkan dan 17 mayat ditemukan," kata Lorenzana dalam sebuah pernyataan.
PAF juga mengkonfirmasi insiden tersebut.
"Sebuah pesawat C-130 Angkatan Udara Filipina dengan ekor #5125 mengalami kecelakaan saat mendarat di Jolo," kata Juru bicara Angkatan Udara Letnan Kolonel Maynard Mariano.
Ia mengatakan pesawat nahas lepas landas dari Pangkalan Udara Villamor di Pasay dalam perjalanan ke Bandara Lumbia dan kemudian mengangkut personel ke Jolo, kata juru bicara PAF Letnan Kolonel Maynard Mariano.
Mengenai penyebab kecelakaan, Mariano mengatakan penyebab kecelakaan itu akan diselidiki.
"Kami sedang dalam mode penyelamatan sekarang," katanya.
Seorang pejabat angkatan udara mengatakan bahwa landasan pacu Jolo lebih pendek daripada kebanyakan landasan lainnya di Filipina, sehingga lebih sulit bagi pilot untuk menyesuaikan jika sebuah pesawat meleset dari tempat pendaratan.
Pejabat itu, yang beberapa kali menerbangkan pesawat militer ke dan dari Jolo, berbicara dengan syarat anonim karena tidak punya wewenang berbicara di depan umum.
Disebutkan personel yang diangkut pesawat nahas ini baru saja lulus dari pelatihan dasar militer dan dikerahkan ke Sulu, sebagai bagian dari satuan tugas gabungan memerangi terorisme di wilayah mayoritas Muslim itu.
Sebagian besar militer dikirim ke Filipina selatan di mana kelompok-kelompok militan yang kerap melakukan penculikan untuk tebusan seperti Abu Sayyaf, beroperasi. (pna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/petaka-alutsista-baru-filipina.jpg)