PETAKA Alutsista Baru, Hercules Jatuh Hantam Rumah Warga, Puluhan Tentara dan 3 Warga Sipil Tewas
Pesawat nahas mengangkut tentara yang baru lulus pelatihan ke Sulu, memerangi terorisme yang kerap melakukan penculikan untuk mendapatkan tebusan.
TRIBUN-MEDAN.COM - Alutsista baru militer Filipina helikopter Sikorsky S-70i Black Hawk dan pesawat pengangkut Hercules C-130H mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa puluhan personelnya dan warga sipil.
Kecelakaan pertama terjadi Rabu 23 Juni 2021, saat helikopter Sikorsky S-70i Black Hawk jatuh beberapa mil dari Pangkalan Udara Kolonel Ernesto Rabina di Capas, Tarlac, menewaskan enam personelnya.
Keenam korban adalah tiga pilot dan tiga penerbang.
Helikopter nahas ini adalah satu dari enam helikopter Sikorsky S-70i Black Hawk yang baru dioperasikan Angkatan Udara Filipina (PAF) sejak 10 Desember 2020.
Angkatan Udara Filipina membeli 16 helikopter Sikorsky S-70i Black Hawk dari PZL (Polskie Zaklady Lotnicze) Mielec adalah anak perusahaan Sikorsky Company (Lockheed Martin Company) yang berlokasi di Polandia.
Nilai kontrak pembeli ini US$240 juta, di mana 10 helikopter Sikorsky S-70i Black Hawk lagi akan dikirimkan pada semester pertama 2021.
Terbaru Minggu 4 Juli 2021, Angkatan Udara Filipina kembali kehilangan alutsista pesawat pengangkut Hercules C-130H yang jatuh di Patikul, Sulu, Filipina yang menewaskan puluhan personel Angkatan Darat Filipina serta warga sipil di lokasi kejadian.
Pesawat nahas Hercules C-130H dengan nomor tail 5125, adalah satu dari dua pesawat yang dibeli dari Amerika dengan nilai kontrak 2.5 miliar Peso.
Namun Filipina hanya membayar 1.6 miliar Peso, sisanya 900 juta Peso ditanggung pemerintah Amerika Serikat.
Kepala Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) Jenderal Cirilito Sobejana membenarkan pesawat Hercules C-130H, jatuh sekitar pukul 11.30 WIB.
Foto-foto yang diambil unggah media lokal Pondohan TV memperlihatkan bangkai pesawat yang dilalap api.
Kepulan asap hitam tebal membubung di atas rumah-rumah yang terletak di dekat lokasi kecelakaan.
Informasi terbaru sebanyak 47 personel militer Filipina tewas dalam kecelakaan ini.
Sebanyak 49 personel mengalami cedera dan dilarikan ke rumah sakit.
Selain itu, ada tiga warga sipil yang tewas dan 4 lain cedera terkena sambaran pesawat sebelum jatuh terbakar.
Ketiga korban sipil tewas adalah dua bocah pria dan seorang wanita setelah rumahnya terkena sambaran pesawat.
“Satu C-130 kami saat mengangkut pasukan dari Cagayan De Oro, meleset dari landasan pacu, mencoba mendapatkan kembali tenaga tetapi gagal, dan akhirnya jatuh di Barangay Bangkal, Patikul, Sulu," katanya.
Sobejana tidak mengidentifikasi landasan pacu tetapi bandara terdekat dan satu-satunya di daerah itu adalah di Jolo.
Sekitar 40 penumpang telah diselamatkan dan sekarang menjalani perawatan di Rumah Sakit Divisi Infanteri Ke-11 di Barangay Busbus, Jolo, Sulu.
Tidak ada rincian lain yang segera tersedia, kata Sobejana.
Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mengatakan laporan awal menyatakan bahwa ada 96 penumpang termasuk tiga pilot dan lima kru pesawat.
Sisanya adalah personel Angkatan Darat yang dirop untuk bertugas.
"Sejauh ini, 40 orang yang terluka dan terluka berhasil diselamatkan dan 17 mayat ditemukan," kata Lorenzana dalam sebuah pernyataan.
PAF juga mengkonfirmasi insiden tersebut.
"Sebuah pesawat C-130 Angkatan Udara Filipina dengan ekor #5125 mengalami kecelakaan saat mendarat di Jolo," kata Juru bicara Angkatan Udara Letnan Kolonel Maynard Mariano.
Ia mengatakan pesawat nahas lepas landas dari Pangkalan Udara Villamor di Pasay dalam perjalanan ke Bandara Lumbia dan kemudian mengangkut personel ke Jolo, kata juru bicara PAF Letnan Kolonel Maynard Mariano.
Mengenai penyebab kecelakaan, Mariano mengatakan penyebab kecelakaan itu akan diselidiki.
"Kami sedang dalam mode penyelamatan sekarang," katanya.
Seorang pejabat angkatan udara mengatakan bahwa landasan pacu Jolo lebih pendek daripada kebanyakan landasan lainnya di Filipina, sehingga lebih sulit bagi pilot untuk menyesuaikan jika sebuah pesawat meleset dari tempat pendaratan.
Pejabat itu, yang beberapa kali menerbangkan pesawat militer ke dan dari Jolo, berbicara dengan syarat anonim karena tidak punya wewenang berbicara di depan umum.
Disebutkan personel yang diangkut pesawat nahas ini baru saja lulus dari pelatihan dasar militer dan dikerahkan ke Sulu, sebagai bagian dari satuan tugas gabungan memerangi terorisme di wilayah mayoritas Muslim itu.
Sebagian besar militer dikirim ke Filipina selatan di mana kelompok-kelompok militan yang kerap melakukan penculikan untuk tebusan seperti Abu Sayyaf, beroperasi. (pna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/petaka-alutsista-baru-filipina.jpg)