KONTROVERSI Prof Yusuf L Henuk, Serang SBY dan AHY, Rasisme Papua, hingga Bupati Taput Pimpin Bandit
Aktivitas mantan Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Yusuf L Henuk di media sosial kembali menuai kontroversi.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.com - Aktivitas mantan Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Yusuf L Henuk di media sosial kembali menuai kontroversi.
Kali ini, Yusuf L Henuk menyerang Bupati Tapanuli Utara (Taput) perihal Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung.
Lewat akun facebooknya, Yusuf L Henuk menyebut para bandit yang dipimpin Bupati Taput.
Postingan itu berlanjut ke ranah hukum. Kini, Yusuf L Henuk ditetapkan sebagai tersangka kasus ITE.
Kapolres Taput AKBP M Saleh membenarkan sosok kontroversial itu telah menyandang status tersangka.
"Prof Yusuf L Henuk benar sudah menjadi tersangka kasus dugaan UU ITE," kata Saleh, Rabu (30/6/2021).
Kontroversi postingan Prof Yusuf L Henuk di medsos memang bukan baru kali ini aja.
Ia sebelumnya sudah pernah menjadi sorotan terkait postingan yang menyerang mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rasisme terhadap masyarakat Papua.
Berikut kontroversi Prof Yusuf L Henuk di medsos:
Baca juga: Sebut Bupati Taput Pimpin Bandit di IAKN, Prof Yusuf L Henuk Jadi Tersangka UU ITE
1. Serang SBY dan AHY
Yusuf pernah melontarkan pernyataan yang menyinggung SBY sebagai Bapak Mangkrak Indonesia dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai orang bodoh.
Dalam cuitannya beberapa waktu lalu, Yusuf menyebut tidak ada pesawat jatuh di Indonesia karena kesalahan pemerintah.
"Yth Ketua Umum @PDemokrat, @AgusYudhoyono, @ProfYLH terpaksa harus buktikan memang kau BODOH sekali, karena sepanjang sejarah jatuhnya pesawat di Indonesia, tak pernah ada "GOVERNMENT ERROR" penyebabnya, tapi "7 FAKTOR". Maaf kau bodoh turunan, belajar lagi AHY!" cuit @ProfYLH, Januari lalu.
Selain itu, Yusuf L Henuk juga menyerang SBY lewat Twitter. Ia membalas ciutan SBY dalam akun twitter pribadi @SBYudhoyono yang menyarankan pemerintah supaya bersikap disiplin dan berani menunda proyek strategis nasional (PSN).
Yusuf meminta SBY tidak mengajari Presiden Joko Widodo. Di situ dia menyebut SBY sebagai 'Bapak Mangkrak Indonesia'.
"Yth. @SBYudhoyono, tahu dirilah kau sudah mantan jadi jangan sok mengajari @jokowi soal pembangunan proyek strategis nasional, karena kau memang gagal & telah dijuluki: "Bapak Mangkrak Indonesia", jadi tak pantas kau ajari @jokowi "ikan berenang", karena pasti malu kalipun kau, paham!" cuit @ProfYLH, pada Januari silam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/guru-besar-universitas-sumatera-utara-yusuf-leonard-henuk-asa.jpg)