Viral Pernikahan Biaya Rp 2,5 Miliar, Pengamat Budaya Batak:Mulai Trend Crazy Rich Hingga Hasangapon
Ternyata pesta pernikahan antara Alfredy Simamora dan Anggi Yunanda Boru Simanjuntak bukanlah orang biasa.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tengah viralnya pesta pernikahan di Tarutung, Kabupaten Tapanuli hingga menghabiskan biaya Rp 2,5 miliar menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Ternyata pesta pernikahan antara Alfredy Simamora dan Anggi Yunanda Boru Simanjuntak bukanlah orang biasa.
Mempelai pria tersebut adalah anak dari Kasat Intel Polres Tapanuli Utara AKP Sabam Simamora.
Pengamat Budaya Batak, Dr. Erond Litno Damanik, M.Si mengungkapkan bahwa terdapat tiga hal yang membuat orang hingga rela menghabiskan uang banyak untuk acara pernikahan dengan mahar yang sangat mahal.
"Pertama karena dia mampu, dia merasa mampu sehingga dia memberikan mahar sampai sebesar itu. Orangkan tidak akan melihat pekerjaan, dari mana sumber, apakah dibayar tunai, itukan orang mengabaikan itu yang jelas maharnya. Itu diluar pesta diluar lain lain. orang akan berhitung kesana nantinya," bebernya.
Hal yang kedua menjadi penyebab masyarakat hingga ingin pernikahannya menjadi mewah karena adanya trend Crazy Rich di setiap daerah menjadi ajang untuk menunjukkan kekayaan.
Baca juga: ASN Kesbangpol yang Ditangkap Bersama Sekda Nias Utara Bebas, Polrestabes Medan:Gak Konsen Waktu Itu
"Kedua, sedang gagah-an di Indonesia crazy rich itu kan jadi membuat penyelenggaran pesta perkawinan dengan menghambur-hamburkan uang untuk menunjukkan eksistensilah begitu kira-kira. Bahwa aku mampu loh dan menunjukkan prestise.
Bukan hanya Taput tapi di Indonesia juga crazy rich, crazy rich yang nikah seperti apa sampai miliaran gitu," tutur pria yang juga Dosen di Universitas Negeri Medan (Unimed).
Selanjutnya, Erond menuturkan penyebab terjadinya mahar hingga pesta yang mencapai miliaran adalah adanya tiga Filsafah Hidup Masyarakat Batak yaitu Hasangapon (Kehormatan/Kemuliaan).
"Ketiga, kalau kita membaca Hasangapon salah satu falsafah nya orang batak Toba kan hasangapon, yaitu itu kehormatan.
Mungkin dia dengan sinamot dan biaya pernikahan miliaran dia merasa sangat mapan. Kemudian kepada pihak perempuan yang diberikan mahar merasa dia terhormat dengan sinamot sebesar itu.
Ya orang akan menunjukkan eksistensi, prestise itu atau hasangapon ya dari segi pemberian mahar dan itu akan menjadi bahan pembicaraan di publik dan dia merasa wah hebat," ungkapnya.
"Di samping dia mampu, ada fenomena di Indonesia juga saat itu crazy rich itu dimana mana, terkait dengan falsafah hasangapon itu yaitu kehormatan," tambah Erond.
Baca juga: 70 UMKM Sumut Ikuti Pelatihan Kelas Ekspor, BI Sumut : Kita Dorong Go Ekspor
Terakhir, Ia menyebutkan bahwa contoh pembayaran sinamot dan biaya pesta dengan miliaran rupiah ini bukanlah contoh yang baik bagi masyarakat Indonesia.
Dimana notabene masih banyak yang di bawah angka kemiskinan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sinamot-1-miliar_pengantin-batak.jpg)