Alami Kekeringan Parah, Penduduk Desa Ini Dirikan Patung Alat Kelamin Raksasa untuk Minta Hujan
Baru-baru ini media sosial dihebohkan oleh ritual yang dilakukan penduduk di salah satu desa di Thailand.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
TRIBUN-MEDAN.com – Baru-baru ini media sosial dihebohkan oleh ritual yang dilakukan penduduk di salah satu desa di Thailand.
Bagaimana tidak, karena dilanda kekeringan yang parah, para penduduk desa mendirikan patung raksasa penis untuk berdoa meminta hujan.
Ajaibnya, kata warga sekitar, hanya 2 hari setelah patung itu berdiri, tiba-tiba hujan turun.
Surat kabar Daily Star pada 14 Juni melaporkan bahwa penduduk desa di Yothaka, provinsi Chachoengsao, Thailand, "memohon hujan" dengan mendirikan patung penis raksasa tepat di jalan.
Baca juga: Patung Kuda di Pantai Batu Hoda, Lambangkan Kesetiaan, Mirip Dengan Kisah Hachiko di Jepang
Baca juga: Warga India Minta Bantuan Dewi Corona untuk Akhiri Pandemi, Buat Dua Patung dari Kayu dan Batu
Patung raksasa itu didirikan pada 9 Juni untuk tujuan memohon hujan ketika daerah itu mengalami kekeringan parah.
Sementara air dari saluran irigasi asin dan merusak tanaman.
Pada 11 Juni, Chamnan Kenthongdaeng, kepala desa berusia 52 tahun saat konferensi pers mengatakan, hanya dua hari setelah patung penis raksasa itu didirikan, hujan mulai turun.
Koson Samang, kepala desa tetangga, merekam hujan untuk mengkonfirmasi klaim Kenthongdaeng tersebut.
Namun, penduduk setempat percaya bahwa hujan hanya berlangsung selama 30 menit.
Sehingga tidak ada cukup air untuk sawah.
Kenthongdaeng mengatakan bahwa kegiatan berdoa kepada penis raksasa akan terus berlanjut.
Berbagi dengan Berita Pattaya, Kenthongdaeng mengatakan, mendirikan patung penis melambangkan kemampuan untuk bereproduksi dan berkembang.
Dalam tradisi lokal, hal itu sudah ada sejak beberapa dekade yang lalu.
Kepala desa berusia 52 tahun itu mengatakan, patung penis raksasa itu tidak berdampak besar pada lalu lintas.
Itu dibangun tepat di atas saluran pembuangan.
"Akan dipindahkan begitu musim hujan tiba," kata Kenthongdaeng.
Kepala desa mengatakan dia telah mendengar beberapa orang mengejek mereka di media sosial karena melakukan hal itu.
Namun ia memperingatkan mereka bahwa mereka tidak menghormati kepercayaan penduduk desa yang telah berlangsung beberapa dekade.
Provinsi Chachoengsao di Thailand didominasi oleh pertanian padi besar dan pekerjaan pertanian yang sangat bergantung pada air.
Oleh karena itu, curah hujan selalu menjadi masalah yang dipedulikan masyarakat.
Warga India Minta Bantuan Dewi Corona untuk Akhiri Pandemi, Buat Dua Patung dari Kayu dan Batu
Melihat keganasan tsunami Covid-19 di India, warga pun mulai melakukan segala cara agar pandemi virus corona segera berakhir.
Salah satu cara yaitu dengan menyembah Dewi Korona. Dua buah patung yang dianggap sebagai patung Dewi Korona dimandikan dengan menggunakan air kunyit dan susu.
Para pendeta di sebuah kuil India berdoa setiap hari di depan dua dewi corona dalam upaya menjinakkan pandemi.
Baca juga: Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan, Bisa Mencegah Kita dari Virus Corona
Baca juga: Jadi Negara Paling Vokal Tuduh Covid-19 dari China, Tak Disangka Corona Pertama Kali Muncul di AS
Dua patung Dewi Korona telah dibuat di kota selatan Coimbatore, di negara bagian Tamil Nadu.
Coimbatore merupakan salah satu kota yang terkena dampak Covid-19 paling parah dengan 100.000 penduduk meninggal dalam empat minggu terakhir akibat virus corona.
Dua patung 'Dewi Korona' ini kemudian dibuat saat kota tersebut sedang menghadapi gelombang kedua Covid-19.
"Kami pernah memiliki kuil serupa saat menghadapi penyakit cacar, cacar air, dan wabah penyakit di masa lalu," kata pengelola kuil Anandbharathi K dikutip dari Aljazeera.
"Kami menyembah virus berupa Dewi dan mendoakannya setiap hari untuk mengurangi dampak penyakit ini," tambahnya.
Diketahui saat ini India sedang kewalahan menghadapi gelombang infeksi Covid-19 baru.
Pada Kamis kemarin, India mencatat 211.298 kasus virus korona baru selama 24 jam terakhir, sementara kematian akibat COVID-19 naik 3.847.
Baca juga: KARO Alami Ledakan Jumlah Covid-19, Dinkes Karo Tambah Fasilitas Tempat Tidur di Empat Tempat
Baca juga: Umumkan Dirinya Positif Covid-19, Bintang Emon: Malam Ini Gue Lagi Diendorse, Jerinx Ganti Caption
Kasus keseluruhan negara Asia Selatan itu sekarang mencapai 27,37 juta, sementara total kematian mencapai 315.235, menurut data kementerian kesehatan.
Kuil Kamatchipuri Adhinam ditutup untuk jamaah karena tingkat infeksi Coimbatore yang tinggi.
Para pendeta pun membuat dua buah patung dewi corona.
Satu patung terbuat dari kayu cendana dan yang lainnya dari batu.
Mereka meninggalkan makanan dan persembahan lainnya, mengucapkan doa dan berharap diakhirinya pandemi.
Baca juga: MEDAN Zoo Masih Tutup hingga 28 Juni 2021 demi Memutus Penyebaran Virus Corona
Baca juga: SELAIN CORONA Varian Baru, Waspadai Munculnya Flu Burung H10N3 di Indonesia
Mereka juga memandikan patung Dewi Corona dengan air kunyit dan susu.
Para pendeta berencana untuk melanjutkan doa mereka di depan "Dewi Corona" selama tujuh minggu lagi.
"Bahkan dokter tidak dapat menangani. Jadi kami beralih ke iman dan Tuhan sebagai pilihan terakhir," kata Anandbharathi.
(yui/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/patung-penis-untuk-meminta-hujan-di-thailand.jpg)