KARO Alami Ledakan Jumlah Covid-19, Dinkes Karo Tambah Fasilitas Tempat Tidur di Empat Tempat
Lonjakan kasus penyebaran virus corona (Covid-19) di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Karo masih terus meningkat.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
Terkait Lonjakan Covid-19, Dinkes Karo Tambah Fasilitas Tempat Tidur di Empat Tempat
Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul
TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Lonjakan kasus penyebaran virus corona (Covid-19) di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Karo masih terus meningkat.
Dengan tingginya aka lonjakan kasus ini, berbanding lurus dengan ketersediaan jumlah Bed Occupancy Rate (BOR) atau fasilitas tempat tidur untuk pasien.
Berdasarkan data yang didapat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk di Kabupaten Karo berada di peringkat tertinggi di Sumatera Utara perihal persentase BOR yang telah terpakai.
Dari data ini, tercatat BOR untuk isolasi di Kabupaten Karo sudah mencapai angka 85 persen.
Saat ditanya perihal hal ini ke Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kabupaten Karo, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Karo Drg Irna Safrina Meliala M.kes, membenarkan hal tersebut.
Dirinya menjelaskan, dengan tingginya kasus tentunya akan berdampak pada ketersediaan BOR yang ada.
"Memang bisa kita lihat ada peningkatan kasus di Kabupaten Karo, maka terjadi lonjakan kenaikan BOR di rumah sakit di kita," ujar Irna, Senin (21/6/2021).
Dengan tingginya kasus yang ada, tentunya juga harus dibarengi dengan ketersediaan fasilitas terutama tempat tidur yang nantinya digunakan oleh pasien. Saat ditanya perihal hal ini, Irna menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa fasilitas kesehatan untuk ketersediaan tempat tidur.
Irna menjelaskan, adapun lokasi yang telah ditunjuk ialah dua rumah sakit swasta yaitu RS Efarina Berastagi dan RS Amanda Berastagi. Untuk RS Efarina, dirinya mengatakan nantinya fasilitas tempat tidur akan bertambah sebanyak 24 unit. Sedangkan untuk di RS Amanda, nantinya jumlah tempat tidur akan ditambah sebanyak 12 unit.
"Sehingga dengan penambahan BOR yang ada di dua rumah sakit ini, sehingga persentase jumlah BOR kita sudah menurun menjadi 62 persen," ungkapnya.
Irna menjelaskan, peningkatan jumlah pemakaian BOR di Kabupaten Karo sebenarnya dapat dikatakan bukan hanya digunakan oleh masyarakat Kabupaten Karo saja. Dirinya mengatakan, karena RSU Kabanjahe merupakan lokasi yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan, sehingga banyak juga masyarakat dari luar daerah yang dirawat di Karo.
Meskipun begitu, Irna menjelaskan jika peningkatan kasus dari masyarakat Kabupaten Karo sendiri sebenarnya juga cukup meningkat. Bahkan, dirinya menjelaskan dari hari ke hari peningkatan kasus bisa dikatakan jauh lebih banyak dibandingkan sebelumnya.
"Di sini juga ada pasien dari kabupaten lainnya, tapi kasus dari Karo sendiri juga memang cukup meningkat," katanya.
Dengan hal ini, Irna kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dirinya mengatakan, imbauan ini diberikan kepada semua masyarakat tak terkecuali masyarakat yang sudah menjalani vaksinasi.
(cr4/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/forkopimda-karo-menyaksikan-masyarakat-yang-menjalani-vaksinasi-massal.jpg)