Alami Kekeringan Parah, Penduduk Desa Ini Dirikan Patung Alat Kelamin Raksasa untuk Minta Hujan
Baru-baru ini media sosial dihebohkan oleh ritual yang dilakukan penduduk di salah satu desa di Thailand.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
Kasus keseluruhan negara Asia Selatan itu sekarang mencapai 27,37 juta, sementara total kematian mencapai 315.235, menurut data kementerian kesehatan.
Kuil Kamatchipuri Adhinam ditutup untuk jamaah karena tingkat infeksi Coimbatore yang tinggi.
Para pendeta pun membuat dua buah patung dewi corona.
Satu patung terbuat dari kayu cendana dan yang lainnya dari batu.
Mereka meninggalkan makanan dan persembahan lainnya, mengucapkan doa dan berharap diakhirinya pandemi.
Baca juga: MEDAN Zoo Masih Tutup hingga 28 Juni 2021 demi Memutus Penyebaran Virus Corona
Baca juga: SELAIN CORONA Varian Baru, Waspadai Munculnya Flu Burung H10N3 di Indonesia
Mereka juga memandikan patung Dewi Corona dengan air kunyit dan susu.
Para pendeta berencana untuk melanjutkan doa mereka di depan "Dewi Corona" selama tujuh minggu lagi.
"Bahkan dokter tidak dapat menangani. Jadi kami beralih ke iman dan Tuhan sebagai pilihan terakhir," kata Anandbharathi.
(yui/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/patung-penis-untuk-meminta-hujan-di-thailand.jpg)