Breaking News

16 Siswa Siluman Muncul Di MTs Binjai, Pengamat Pendidikan : Langsung Saja Laporkan Ke Polisi

Menurutnya, pendaftaran secara online belum dapat berjalan dengan baik, lantaran masih bisa diutak-atik oleh sejumlah oknum.

Penulis: Satia | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/SATIA
16 nama siswa siluman muncul di MTS Negeri Binjai usai pendaftaran PPDB, Senin (14/6/2021).(TRIBUN MEDAN?SATIA) 

TRIBUN MEDAN.COM, BINJAI- Pengamat Pendidikan, Rizal Hasibuan menyesalkan adanya 16 siswa 'siluman', pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), di Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs), Jalan Pekanbaru, Kecamatan Binjai Selatan.

Menurutnya, pendaftaran secara online belum dapat berjalan dengan baik, lantaran masih bisa diutak-atik oleh sejumlah oknum.

"Kita sesalkan hal ini terjadi. Harusnya dengan PPDB tidak boleh terjadi siswa siluman, diduga diakali dengan menggunakan fasilitas orang dalam," kata dia, melalui sambungan telepon genggam, Senin (14/6/2021).

Siswa 'siluman' ini, kata dia sudah sering kali terjadi setiap pendaftaran peserta didik baru.

Beberapa waktu lalu, kejadian ini terjadi di salah satu SMA Negeri favorit di Kota Binjai.

Munculnya siswa 'siluman' di MTs Negeri, terjadi pada perubahan data 16 siswa setelah dinyatakan lulus.

Baca juga: Pengumuman PPDB Tahap I Bermasalah, SMAN 3 Medan : Tahun Ini Paling Kacau

Saat dilihat dari daftar siswa yang lulus, terdapat belasan nomor ujian dan nama peserta tidak sama.

Rizal menduga, admin PPDB MTs Negeri tersebut, telah merubah seluruh data belasan siswa.

"Mengubah data oleh admin, dia pastinya juga terlibat," ungkapnya.

Atas kejadian ini, kata dia orang tua siswa sebaiknya melakukan klarifikasi ulang, dengan mendatangi sekolah.

"Masyarakat sebenarnya bisa melakukan klarifikasi hasil keputusan pengumuman ini," jelasnya.

Pastinya, dalam hal ini masyarakat telah dirugikan oleh oknum yang memanfaatkan pendaftaran sebagai ladang uang.

"Kalau terjadi siswa siluman sudah masuk ke ranah hukum. Masyarakat yang dirugikan, langsung saja melaporkannya kepada pihak kepolisian," ucapnya.

Baca juga: Wakil Ketua MUI Sumut Ikut Aktivasi Migrasi Rekening BSI, Harapkan Kemajuan Perbankan Syariah 

Selain itu, ia juga berharap Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota melakukan pengawasan ketat terhadap penerima peserta secara online.

Bukan tidak mungkin, kata dia kecurangan dapat terjadi pada seluruh sekolah. 

Sementara itu, beredar info, bahwa enam belas siswa 'siluman' tersebut, dibanderol Rp 3 juta lebih, untuk masuk ke sekolah MTs Negeri.

(Wen/Tribun-Medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved