Wali Kota Medan Bobby Akui Layanan RSUD Pirngadi Belum Baik, tapi Bantah Dugaan Mengcovidkan Pasien
Wali Kota Medan Bobby Nasution sebut RS Pirngadi Jangan cuma buang-buang anggaran. Anggaran itu harus tepat guna, tepat sasaran.
Saat suster mau melakukan swab antigen, Annisa mempertanyakan segel alatnya. Kemudian suster tersebut menunjukkan alat swab antigen yang masih tersegel. Hasilnya pasien dinyatakan negatif. Anaknya pun akhirnya akan dioperasi di ruang bukan untuk pasien Covid-19.
Dengan penuh kekhawatiran, karena kondisi anaknya yang cukup memperihatinkan, Annisa dan keluarga pun menunggu proses medis. Menunggu di depan ruang operasi pukul 22.00 WIB-00.30 WIB. Lalu Annisa kaget dapat kabar bahwa anaknya tidak bisa dioperasi.
Alasan pihak RSUD Pirngadi, karena tidak tersedianya alat medis untuk melakukan operasi. Emosi Annisa pun tidak terbendung menyasar para medis yang bertugas.
"Lah, kenapa alatnya tidak dipersiapkan dulu sebelum operasi. Kemudian kenapa anak saya masuk ruang operasi pukul 22.00 WIB-00.30 WIB. Nah, itu ngapain? Apa mereka diskusi lagi di dalam, mau operasi atau enggak," katanya.
Pihak manajemen mentakan, pihak RSUD Pirngadi telah menelpon seluruh rumah sakit bahwa alat infus tersebut memang kosong, sehingga tidak bisa melakukan operasi. "Ya, manajer itu menjelaskan selang infusnya ukuran nomor tiga yang dibutuhkan dan tidak ada," katanya.
(mft/cr8/cr14/cr22/)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/10062021_bobby_nasution_danil_siregar-3.jpg)