Wali Kota Medan Bobby Akui Layanan RSUD Pirngadi Belum Baik, tapi Bantah Dugaan Mengcovidkan Pasien
Wali Kota Medan Bobby Nasution sebut RS Pirngadi Jangan cuma buang-buang anggaran. Anggaran itu harus tepat guna, tepat sasaran.
Bobby menampik RSUD Pirngadi memalsukan hasil tes Covid-19 pasien. "Yang dicovidkan itu gini. Kita semua kalau tes Covid ada tahapan- tahapannya. Untuk pasien itu hasil antigennya reaktif baru kita swab PCR. Tidak mungkin semua langsung swab PCR, karena keterbatasan biaya. Karena biayanya cukup besar," ujarnya.
Bobby pun menyinggung permasalahan infus untuk pasien berumur belum genap satu bulan tersebut. Ia mengatakan, infus tersebut memang tidak ada padahal sudah dicari di seluruh rumah sakit di Medan.
"Itu yang setahu saya, pasiennya sudah sakit dari Stella Maris. Dibawa ke RS Pirngadi. Ketika dibawa dari Stella Maris itu infusnya sudah tidak berfungsi lagi.
Memang minta ada nomor jarumnya, karena untuk bayi yang belum genap satu bulan, baru 22 hari. Jadi, diganti dan dicari di satu Kota Medan ini itu tidak ada," katanya.
Bobby juga mengatakan, penyebab bayi tersebut tidak dioperasi, karena keluarga pasien yang meminta. Mereka tidak percaya dengan pelayanan RSUD Pirngadi. Bobby memastikan bayi perempuan tersebut tidak meninggal di RSUD Pirngadi.
"Bayi itu meninggalnya tidak di Rumah Sakit Pirngadi. Ketika keluar dari RS Pirngadi kondisi bayi belum meninggal. Itu bisa kami pastikan. RS Pirngadi tidak ada mengeluarkan Surat Kematian. Nanti akan saya cek ke lapangan," tuturnya.
Baca juga: Ketua DPRD Minta Tenaga Medis RSUD Pirngadi Medan Dievaluasi Total
Sebelumnya video ibu bayi yang kesal karena anaknya dinyatakan positif Covid-19, namun tanpa bukti apapun. Belakangan video itu diketahui terjadi di RSUD Pirngadi Medan.
"Anak saya dibilang hasil tesnya Covid-19, tapi tanpa bukti, tanpa keterangan apapun, cuma dibilang aja Covid," kata seorang ibu di video tersebut.
Ia menambahkan, jika RSUD Pirngadi mengaku, tidak memiliki infus untuk mengobati anaknya.
"Katanya infusnya itu tidak ada, yang ditarok di punggung di belakang leher. Masak enggak ada. Kalian anak kedokteran pasti tahu dan paham itu pasti ada," katanya.
RSUD Pirngadi Jadi Sorotan
Belakangan ini rumah sakit pelat merah RSUD Pirngadi menjadi sorotan. Ada tiga kasus atau kejadian yang viral di media sosial terkait rumah sakit milik Pemko Medan tersebut.
Kejadian pertama yang sempat viral yakni, kasus pencurian barang berupa uang pasien yang saat itu menjalani isolasi Covid-19. Kejadian itu dialami seorang pasien bernama Ilham. Ia mengatakan, tahu uang di dalam tasnya raib saat hendak pulang usai menjalani isolasi pada Kamis, 22 April 2021.
Terkait kejadian itu, Humas RSUD Dr Pirngadi Medan Edison Peranginangin mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti keluhan pasien tersebut.
Usaikasus pencurian itu, RSUD Pirngadi Medan kembali diterpa kekecewaan pasien, yang videonya viral di media sosial. Isi video tersebut mengenai dugaan pemasangan tabung oksigen kosong kepada pasien, yang akhirnya meninggal dunia.
Baca juga: Cerita Sedih Ibu Bayi yang Diduga Dicovidkan RSUD Pirngadi, Terisak Berurai Air mata
Keluarga pasien melaporkan dugaan kelalaian tersebut ke kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan. Rawi anak pasien tersebut mengatakan, sempat mendengar percakapan para suster di RSUD Pirngadi terkait tabung oksigen yang sudah kosong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/10062021_bobby_nasution_danil_siregar-3.jpg)