Ekspose Kasus Pembunuhan Guru SD
Cerita Tiga Sekawan Atur Strategi Dalam Kasus Pembunuhan Guru SD di Toba Marta boru Butarbutar
Nasib nahas menimpa seorang wanita yang sehari-hari bekerja sebagai guru SD di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatualunasi, Kabupaten Toba.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Juang Naibaho
Setelahnya, tersangka JH kembali menusuk korban hingga korban benar-benar tidak berdaya.
"Setelah tidak berdaya, dan benar-benar tidak ada pergerakan, tersangka YPT membuka pintu rumah korban dan langsung melarikan diri, tanpa membawa benda yang mulanya ingin mereka curi," ujarnya.
Otak Pembunuhan
Sementara itu, polisi menyebutkan tersangka Junanda Hasibuan merupakan otak pembunuhan Marta boru Butarbutar.
Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya menuturkan bahwa pembunuhan sadis terhadap Marta berawal dari niat tersangka Junanda Hasibuan yang saat ini masih buron.
Baca juga: SEPAK Terjang Kriminal Ricky Tambunan Sang Pembunuh Guru SD di Toba Marta Butarbutar
Junanda Hasibuan dan Yosef Rikki Tambunan merencanakan melakukan pencurian di rumah korban.
"Pada Minggu (23/5/2021) sekitar pukul 14.00 WIB, tersangka JH dan YPT sudah berada di dalam sebuah warnet di Kota Porsea dan berniat untuk melakukan pencurian," ujar AKBP Akala pada Jumat (28/5/2021).
Setelah 2,5 jam berembuk, tepatnya pada pukul 16.30 WIB, kedua tersangka tersebut mempersiapkan siasat dan alat yang digunakan untuk mencuri.
"Pada pukul 16.30 WIB, JH dan YPT mencari dan mempersiapkan benda yang akan digunakan untuk melakukan pencurian berupa sebuah obeng dan sebuah kunci baut. Setelahnya, benda ini berada dalam penguasaan JH," sambungnya.
Baca juga: Seorang Pelaku Pembunuhan Ibu Guru SD di Toba Ternyata Masih Berusia 16 Tahun
Pada malam hari, ketiga tersangka yakni Junanda Hasibuan, Yosef Rikki Tambunan, dan Davidson Napitupulu berkumpul di sebuah warnet dan bersiap melakukan pencurian di rumah korban.
Pada saat itu, JH mengatakan kepada YPT agar mereka mencuri di kampung JH di Desa Lumban Lobu.
"Alasan mereka adalah di sana ada seorang guru perempuan dan hanya tinggal sendirian. Mereka memastikan bahwa di rumah tersebut ada laptop, uang dan HP serta benda-benda berharga lainnya yang bisa dicuri," terangnya.
Berselang beberapa menit, tersangka Davidson Napitupulu tiba setelah diajak melalui chat.
Ketiganya kemudian berkumpul di dalam warnet yang ada di Kota Porsea.
"Pada pukul 23.00 WIB, warnet tutup sehingga mereka pindah ke warnet yang lain yang berada di Kota Porsea juga. Dan sekitar pukul 23.30 WIB, mereka meminjam sepeda motor untuk berangkat ke lokasi pencurian, rumah korban," tuturnya.
"Pada Senin (24/5/2021), sekira pukul 01.00 WIB, mereka berangkat setelah mendapatkan sepeda motor. Tersangka YPT yang membawa sepeda motor, lalu tersangka JH membawa sebuah obeng dan kunci dalam kantong," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tersangka-pembunuhan-guru-sd-digiring-di-mapolres-toba.jpg)