Ekspose Kasus Pembunuhan Guru SD

Cerita Tiga Sekawan Atur Strategi Dalam Kasus Pembunuhan Guru SD di Toba Marta boru Butarbutar

Nasib nahas menimpa seorang wanita yang sehari-hari bekerja sebagai guru SD di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatualunasi, Kabupaten Toba.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/MAURITS PARDOSI
Kedua tersangka pembunuhan guru SD sedang digiring setelah konferensi pers di Mapolres Toba pada Jumat (28/5/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Nasib nahas menimpa seorang wanita yang sehari-hari bekerja sebagai guru SD di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatualunasi, Kabupaten Toba. Guru SD bernama Marta boru Butarbutar itu ditemukan tewas mengenaskan dengan 24 luka tusuk di rumahnya pada Senin (24/5/2021) lalu.

Korban dihabisi oleh dua pria muda yang hendak mencuri. Sementara satu tersangka lagi berperan memantau situasi di sekitar rumah korban.

Adapun identitas ketiga tersangka Junanda Hasibuan (DPO), Yosef Rikki Tambunan, dan Davidson Napitupulu

Terkait kasus ini, Kapolres Toba menuturkan secara detail detik-detik tiga sekawan melakukan pembunuhan terhadap korban Marta boru Butarbutar.

"Setibanya di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatualunasi, Kabupaten Toba, pada Senin (24/5/2021) pukul 01.30 WIB, tersangka memarkirkan sepeda motor di jarak sekitar 500 meter, dan dipastikan tidak terlihat oleh warga yang melintas," ujar Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya saat konferensi pers pada Jumat (28/5/2021).

"Kemudian tersangka JH (yang masih DPO) memandu jalan menuju rumah korban melalui pematang sawah," lanjutnya.

Baca juga: BREAKING NEWS Terbongkar Alasan Kenapa Marta Butarbutar Sampai Ditikam 24 Tusukan

Setelah tiba di belakang rumah korban, para tersangka mengatur posisi.

"Tersangka DN berada di sudut belakang rumah memantau kondisi antara belakang rumah korban dan samping kanan rumah korban. Sedangkan untuk tersangka YPT memantau di sisi rumah korban. Untuk JH lah yang langsung menuju jendela dan langsung mengeluarkan sebilah pisau dari pinggangnya yang dibalut dengan menggunakan kain putih," sambungnya.

Lalu, tersangka JH masuk ke dalam rumah.

Saat itu kondisi rumah korba gelap gulita. Lampu kamar dan ruang tamu dalam kondisi mati.

Sebelum JH mencari benda apa yang dicuri, kemudian korban langsung menyalakan lampu ruang tamu dan berteriak.

"Korban teriak 'maling' saat tersangka JH terlihat. Pisau yang ada di tangan tersangka JH langsung ditusukkan di tubuh korban," tuturnya.

Korban Marta boru Butarbutar akhirnya terjatuh. Dan pada saat yang sama, ternyata korban juga melakukan perlawanan.

"Lalu, tersangka JH memanggil temannya tersangka YRT. Tersangka YRT langsung masuk melalui jendela yang mereka buka. Kemudian, mendapati korban sudah bersimbah darah dan melakukan perlawanan. Akibat dari teriakan korban, YPT langsung menutup paksa mulut korban dengan kain putih," lanjutnya.

Bukan hanya itu, tersangka Rikki Tambunan juga menekan kuat leher korban.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved