Ekspose Kasus Pembunuhan Guru SD

BREAKING NEWS Terbongkar Alasan Kenapa Marta Butarbutar Sampai Ditikam 24 Tusukan

Merasa panik, akhirnya tersangka melakukan penyumpalan kain ke mulut korban. Korban akhirnya tak bersuara.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-medan.com/ Maurits Pardosi
Dua tersangka Ricky Tambunan (23) yang dihadiahi timah panas dan DN (16) sedang digiring setelah diciduk dari kos-kosan di Medan. (Tribun-medan.com/ Maurits Pardosi) 

24 Luka Tusukan Mendarat di Tubuh Guru SD Marta boru Butarbutar, Polisi: Tersangka Panik Saat Lihat Korban Terbangun

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Dua tersangka kasus pembunuhan seorang guru SD di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatualunasi, Kabupaten Toba Marta boru Butarbutar telah ditahan di Mapolres Toba.

Sementara, satu tersangka yang diduga otak pelaku masih diburu polisi.

Kematian Marta boru Butarbutar yang mengenaskan itu diduga akibat kehabisan darah setelah tersangka menikamnya secara membabibuta.

WAKTU Tutup Peti Mati dan Penangkapan Pembunuh Sadis Bersamaan, Polres Toba: Tuhan Tunjukkan Jalan

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menemukan apakah para tersangka memiliki dendam terhadap korban.

Pasalnya, tujuan tersangka masuk rumah korban untuk mencuri barang-barang berharga dan uang.

Dua tersangka pembunuh guru SD Marta Lena Butarbutar ditangkap oleh polisi di Medan. Saat ini mereka telah dibawa ke Kantor Polres Toba.
Dua tersangka pembunuh guru SD Marta Lena Butarbutar ditangkap oleh polisi di Medan. Saat ini mereka telah dibawa ke Kantor Polres Toba. (TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI)

"Motifnya pencurian. Tapi karena korban melawan terus, tersangka menikam korban membabibuta. Korban juga sempat berteriak," ujar Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar saat dikonfirmasi tribun-medan.com pada Jumat (28/5/2021).

Dua tersangka yang memasuki rumah tersebut melalui jendela yang berada di samping rumah.

Dua tersangka; Ricky Tambunan (23) dan tersangka DPO dengan inisial JH masuk ke dalam rumah, sontak korban terbangun.

"Rupanya pada saat mereka di TKP, di rumah korban melalui jendela masuk, si korban terbangun. Itu sekitar pukul 01.30 WIB," sambungnya.

Merasa panik, akhirnya tersangka melakukan penyumpalan kain ke mulut korban. Korban akhirnya tak bersuara.

"Korban terbangun dan teriak, pelaku panik dan melakukan penyekapan. Salah satu tersangka gunakan kain untuk menutup mulut korban agar jangan berteriak," sambungnya.

Ia menjelaskan bahwa korban berteriak dan berupaya melawan.

Hingga, tersangka yang tengah berada di dalam rumah korban membunuh korban dengan menggunakan pisau.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved