AKHIRNYA Pemimpin Hamas Beber Jumlah Anggotanya Tewas dalam Perang 11 Hari Lawan Israel
ahya Sinwar, mengklaim kelompoknya punya 10.000 martir yang siap berperang melawan Israel, jika Israel tetap ngotot menduduki Masjid Al Aqsa.
"Penginvasi gagal menghancurkan metro Hamas. Pendudukan tidak mencapai apa pun dari rencananya untuk mencegah perlawanan, dan gagal menilai situasi karena persiapan kami."
Ia men menambahkan bahwa tak lama sebelum gencatan senjata diberlakukan, Hamas telah merencanakan untuk menembakkan 300 roket sekaligus, dengan 150 roket diarahkan ke Tel Aviv, tetapi memutuskan untuk tidak menghormati mediator Mesir dan Qatar.
Yahya Sinwar mengklaim Hamas memiliki kemampuan meluncurkan ratusan roket per menit dengan jarak tempuh 100-200 km.
Pemimpin Hamas menekankan bahwa gencatan senjata dengan Israel tidak bersyarat dan tidak ada kesepakatan yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Sinwar mendesak penduduk lingkungan Sheikh Jarrah dan Silwan yang menghadapi penggusuran untuk "tabah," menambahkan bahwa kelompoknya akan mendukung mereka.
Mengenai laporan kesepakatan pertukaran tahanan, Yahya Sinwar menyatakan bahwa ada diskusi tentang masalah tersebut, tetapi ketidakstabilan politik di Israel menghalangi mereka untuk maju.
Soal kekhawatiran para donor internasional bahwa dana bantuan kemanusiaan disalahgunakan oleh sayap militer Hamas, dirinya mengklaim bahwa Hamas dan Brigade Izzadin al-Qassam memiliki dana mereka sendiri dan tidak memerlukan dana yang disediakan untuk rekonstruksi Jalur Gaza.
Ia berterima kasih kepada Iran karena mendukung Hamas dengan uang, senjata, dan keahlian. (jpost/times of israel)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pemimpin-hamas-beber-jumlah-anggotanya-tewas-dalam-perang-11-hari.jpg)