Tiga Perawat Pria Rumah Sakit Swasta Perkosa Pasien Covid-19, tak Lama Pasien Meninggal

Menurut laporan media lokal, seorang wanita berusia 45 tahun yang terinfeksi Covid-19 diperkosa oleh tiga orang perawat pria sebelum kematiannya.

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
eva.vn
Seorang pasien Covid-19 diperkosa oleh tiga perawat pria di rumah sakit swasta. Pasien tersebut kemudian meninggal karena kondisi kesehatannya memburuk. 

Saat ini polisi setempat sedang aktif menyelidiki kejadian tersebut.

Komite Nasional Wanita (NCW) juga turun tangan setelah ketuanya Rekha Sharma menulis kepada pemerintah Bihar dan polisi untuk menyelidiki masalah tersebut.

Baca juga: Mantan Dirut Tirtanadi Mengaku Perintahkah Periksa Cabang Deliserdang, Temukan Kebocoran Rp 10 M

Baca juga: Akhir Pekan di Rumah Saja? Lebih Seru Dengan Smart Cinemax Soundbar Android 4K Ultra HD

Baca juga: Nikmati Sajian Kuliner dan Panggung Musisi Lokal di Mojo Sip and Dine 

Sementara itu, hakim ML Khan membenarkan bahwa untuk tubuh korban telah dikirim untuk diotopsi setelah putrinya mengklaim ibunya mengalami pelecehan seksual di rumah sakit.

Pengadilan menerima pengaduan dan putrinya , tetapi nama-nama tersangka tidak tercantum dalam aplikasi.

“Manajemen rumah sakit memastikan korban meninggal karena infeksi Covid-19, tetapi anak perempuan korban memastikan bahwa ibunya mengalami pelecehan seksual.”

“Kami sedang menyelidiki kejadian tersebut dan melaporkannya setelah otopsi akan mengungkapkan apakah dia mengalami pelecehan seksual.”

Menghadapi tudingan tersebut, RS Paras HMRI membenarkan bahwa korban meninggal dunia akibat komplikasi Covid-19 dan membantah dugaan pelecehan seksual tersebut.

Rumah Sakit mengatakan telah melakukan internal dan menyimpulkan dengan pihak berwenang bahwa tidak ada insiden seperti itu yang terjadi.

Sementara itu, situasi Covid-19 di India masih pelik dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Pada pagi hari tanggal 22 Mei, hujan lebat membuat kuburan dangkal di sepanjang tepi Sungai Gangga terlihat.

Ratusan hingga ribuan mayat yang terkubur dangkal di tepi Sungai Gangga terlihat setelah hujan mengguyur. Mayat-mayat tersebut diduga pasien Covid-19 yang tidak bisa dikremasi karena kelebihan muatan.
Ratusan hingga ribuan mayat yang terkubur dangkal di tepi Sungai Gangga terlihat setelah hujan mengguyur. Mayat-mayat tersebut diduga pasien Covid-19 yang tidak bisa dikremasi karena kelebihan muatan. (eva.vn)

Hal ini tentu saja menyebabkan pemandangan yang mengerikan dan menakutkan.

Foto-foto di atas menunjukkan ada ratusan bahkan ribuan kuburan yang dilapisi kain oranye pasien yang meninggal karena Covid-19.

Mayat-mayat itu kemungkinan tidak dapat dikremasi karena kelebihan muatan.

Ratusan hingga ribuan mayat yang terkubur dangkal di tepi Sungai Gangga terlihat setelah hujan mengguyur. Mayat-mayat tersebut diduga pasien Covid-19 yang tidak bisa dikremasi karena kelebihan muatan. (eva.vn)
Ratusan hingga ribuan mayat yang terkubur dangkal di tepi Sungai Gangga terlihat setelah hujan mengguyur. Mayat-mayat tersebut diduga pasien Covid-19 yang tidak bisa dikremasi karena kelebihan muatan. (eva.vn)

Pada 20 Mei, India mencatat 259.551 infeksi baru dan 4.290 kematian.

Angka resmi dikatakan jauh lebih rendah dari angka sebenarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved