Tiga Perawat Pria Rumah Sakit Swasta Perkosa Pasien Covid-19, tak Lama Pasien Meninggal

Menurut laporan media lokal, seorang wanita berusia 45 tahun yang terinfeksi Covid-19 diperkosa oleh tiga orang perawat pria sebelum kematiannya.

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
eva.vn
Seorang pasien Covid-19 diperkosa oleh tiga perawat pria di rumah sakit swasta. Pasien tersebut kemudian meninggal karena kondisi kesehatannya memburuk. 

TRIBUN-MEDAN.com – Seorang wanita yang dikonfirmasi positif Covid-19 diperkosa oleh tiga perawat di sebuah rumah sakit.

Tak lama setelah diperkosa, wanita tersebut meninggal dunia.

Peristiwa memilukan ini terjadi di India.

Menurut laporan media lokal, seorang wanita berusia 45 tahun yang terinfeksi Covid-19 diperkosa oleh tiga orang perawat pria sebelum kematiannya.

Diketahui wanita ini dirawat karena Covid-19 di Paras HMRI, sebuah unit medis swasta di negara bagian Bihar, India.

Setelah dirawat di rumah sakit pada 15 Mei, dia memakai bantuan ventilator, tetapi meninggal dunia pada 19 Mei.

Seorang pasien Covid-19 diperkosa oleh tiga perawat pria di rumah sakit swasta. Pasien tersebut kemudian meninggal karena kondisi kesehatannya memburuk.
Seorang pasien Covid-19 diperkosa oleh tiga perawat pria di rumah sakit swasta. Pasien tersebut kemudian meninggal karena kondisi kesehatannya memburuk. (eva.vn)

Baca juga: Polisi Tengah Lakukan Penyelidikan Terkait Kematian Guru SD Negeri di Lumban Lobu

Menurut anak perempuan korban, ibunya itu dirawat oleh tiga perawat laki-laki pada 16 Mei, hanya sehari setelah dirawat di rumah sakit.

Anak perempuan korban percaya bahwa dokter di rumah sakit itu dengan sengaja melakukan intubasi kepada ibunya untuk membungkamnya setelah mengalami pelecehan seksual.

Intubasi membuat wanita itu tidak bisa bicara.

Putri korban kemudian berbicara dengan organisasi perempuan Partai Jan Adhikar, sebuah partai politik di negara bagian Bihar, tentang kekerasan seksual yang dialami ibunya.

q
Seorang pasien Covid-19 diperkosa oleh tiga perawat pria di rumah sakit swasta. Pasien tersebut kemudian meninggal karena kondisi kesehatannya memburuk. (eva.vn) 

Putrinya mengatakan, “Ibuku pergi ke rumah sakit sendiri dan meskipun dia menunjukkan beberapa gejala, kesehatannya pada dasarnya baik.”

“Di unit perawatan intensif rumah sakit, dia dalam kondisi baik. Dia dianiaya secara seksual oleh tiga staf medis pada 16 Mei.”

“Ibu saya memberitahu saya tentang seluruh kejadian setelah kondisinya memburuk.”

Putrinya menambahkan, rumah sakit telah memintanya untuk menandatangani formulir yang menyatakan kondisi ibunya kritis dan membutuhkan ventilasi mekanik.

Namun putrinya percaya dokter sengaja mengintubasi ibunya untuk tetap diam tentang kejadian tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved