SEBARAN Covid-19 Meluas, Jokowi Ingatkan Wali Kota Medan Bobby dan Gubernur Edy Cepat Bertindak
Jokowi ingatkan Wali Kota dan Gubernur, Begitu ada satu kasus positif di sebuah RW langsung isolasi, karantina,
TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Jokowi mengingatkan kepala derah agar lebih tanggap terkait sebaran covid-19 yang meluas.
Jokowi meminta jajaran Satgas satuan terkecil untuk bergerak cepat saat menemukan kasus Covid-19.
Begitu ditemukan warga yang terinfeksi virus Corona atau SARS-CoV-2 segera dikarantina atau dibawa ke RS.
• BABAK BARU KPK - Ombudsman Proses Laporan 75 Pegawai KPK, Pimpinan KPK Jadi Sasaran soal TWK
"Begitu ada satu kasus positif di sebuah RW langsung isolasi, karantina, kalau berat tadi disampaikan pak Menkes, bawa ke rumah sakit," kata Jokowi dalam pengarahan Forkmpinda Riau, yang diunggah Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (20/5/2021).
Jangan sampai, kata Jokowi Satgas daerah baru bertindak setelah penyebaran Covid-19 meluas.
• OTK Papua Ngamuk Tembaki Rombongan TNI, Densus 88 Tunggu Perintah Kapolri| Sudah 8 Teroris Tewas
"Tetapi hati-hati kalau sudah turun, jangan lengah, jangan hilang kewaspadaan, jangan lengah dan jangan tunggu chaos baru kita bertindak, terlambat," katanya.
Jokowi mengingatkan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) untuk tidak lengah dalam penanganan Covid-19. Penanganan Pandemi saat ini sudah ada dalam trek yang benar dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.
"Kuncinya di PPKM skala Mikro yang bergerak di tingkat paling bawah yang kita punyai," katanya.
Jokowi mengatakan kasus aktif nasional pada Februari lalu sempat mencapai 176 ribu kasus dan hampir mendekati 200 ribu kasus. Dengan adanya PPKM Mikro kasus aktif sekarang turun setengahnya menjadi 87 ribu.
"Kita beruntung bahwa kita memiliki yang namanya Babinsa, Babinkamtibmas ada lurah RT dan RW, inilah yang harus digerakkan," pungkasnya.
15 Provinsi Termasuk Semut
Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar seluruh kepala daerah di Indonesia mewaspadai potensi kenaikan kasus virus Covid-19 pasca-Lebaran.
“Meskipun telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik, tadi pagi saya mendapatkan data, terdapat sekitar 1,5 juta orang yang mudik dalam kurun waktu 6 sampai 17 Mei,” ungkap Jokowi saat memberikan pengarahan secara virtual kepada seluruh kepala daerah di Indonesia pada Senin (17/5/2021).
Presiden Jokowi berharap, kasus aktif Covid-19 pasca-Lebaran 2021 tidak sebesar tahun lalu.
Baca juga: Pascalibur Lebaran, Wali Kota Bobby Klaim Tidak Ada Peningkatan Jumlah Kasus Covid-19 di Medan
“Saat ini sudah terjadi penurunan kasus aktif. Pada 5 Februari 2021 lalu jumlah kasus aktif sebanyak 176.000 dan sekarang telah turun menjadi 90.800. Ini yang harus kita tekan, agar semakin turun dan turun,” tegas Presiden.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/presiden-joko-widodo_pesawat-jatuh.jpg)