Kasus Covid 19 Masih Tinggi, Gubernur Sumut: Kita Belum Ada Bicara Sekolah

Edy Rahmayadi mengatakan, jika kondisi pandemi masih seperti saat ini, ia tidak akan mengizinkan sekolah tatap muka.

TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyatakan dalam waktu dekat ini belum akan digelar sekolah tatap muka di Sumut. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus Covid-19 di Sumatera Utara belakangan terus melonjak.

Pusat Krisis Kesehatan Regional Sumut merilis data, pada Selasa (18/5/2021) pukul 16.00 WIB tercatat ada pertambahan sebanyak 95 kasus di Sumut terkonfirmasi positif covid-19 atau total menjadi 30.818 kasus.

Kondisi itu membuat Gubernur Sumut Edy Rahmayadi enggan memberlakukan kegiatan belajar secara tatap muka di sekolah yang ada di Sumut. 

"Kita belum ada bicara sekolah. Kita merencanakan, tapi pelaksanaannya tergantung kondisi pendemi. Kalau seperti ini, saya tidak izinkan anak-anak kita melakukan sekolah tatap muka," ucap Edy, Rabu (19/5/2021).

Sehingga dalam waktu dekat ini, belum ada wacana diizinkan diberlakukannya pembukaan sekolah di Sumut.

Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut beberapa bulan terakhir menyiapkan pembukaan sekolah tatap muka. 

Disdik menyempurnakan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang ada di setiap SMA/SMK untuk mencegah penyebaran covid-19, yakni menetapkan guru bimbingan konseling (BK) sebagai koordinator UKS, merekrut perawat honorer serta peralatan yang dibutuhkan lainnya.

Untuk memastikan semua terpenuhi, maka Kepala Disdik Sumut, Syaifuddin, dan Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan di Sumut akan terjun langsung melakukan pengecekan ke setiap sekolah.

"Pertama, setiap sekolah hidupkan kembali UKS. Kita sempurnakan UKS. Kedua, kami tambah dengan perawat honorer, dananya berasal dari BOS, demi melengkapi UKS dalam menghadapi penyebaran covid-19, sehingga dapat dilakukan tatap muka. Tapi ingat sekarang kita masih ikut dengan kebijakan Pak Gubernur," jelas Syaifuddin, Selasa (23/3/2021).

Menurutnya, pembukaan sekolah tatap muka hanya bisa dilakukan apabila seluruh penunjang protokol kesehatan terpenuhi dan angka kasus Covid-19 di Sumut terus menunjukkan penurunan.

Di samping itu ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, sebelum akhirnya di Sumut bisa kembali dilakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah.

Termasuk vaksinasi bagi guru-guru sebagai salah satu upaya mempercepat pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Di awali dengan simulasi. Baru setelah tidak ditemukan kendala, saya akan yakinkan gubernur bisa pak, sekolah tatap muka. Tapi tidak tatap muka sepenuhnya, mungkin seminggu dua atau tiga kali," ucapnya ketika itu.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved