Disangka Sudah Meninggal, Wanita 76 Tahun Hidup Lagi Sebelum Dikremasi karena Covid-19

Seorang wanita tua yang sudah dipastikan meninggal akibat Covid-19 tiba-tiba hidup lagi sesaat sebelum akan dikremasi.

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
eva.vn
Wanita tua berusia 76 tahun bangkit lagi sesaat sebelum akan dikremasi karena Covid-19. 

TRIBUN-MEDAN.com – Baru-baru ini peristiwa mengejutkan terjadi di India.

Seorang wanita tua yang sudah dipastikan meninggal akibat Covid-19 tiba-tiba hidup lagi sesaat sebelum akan dikremasi.

Kejadian ini sontak mengejutkan semua orang.

Media lokal melaporkan, seorang wanita berusia 76 tahun yang tinggal di India dipastikan positif mengidap Covid-19.

Namun, karena dia tidak mendapatkan perawatan medis yang memadai, keluarga tersebut akhirnya berasumsi bahwa dia telah meninggal.

Tak disangka, saat semua orang bersiap untuk kremasi, perempuan tua itu tiba-tiba “hidup kembali” di hadapan semua orang.

Wanita tua berusia 76 tahun bangkit lagi sesaat sebelum akan dikremasi karena Covid-19.
Wanita tua berusia 76 tahun bangkit lagi sesaat sebelum akan dikremasi karena Covid-19. (eva.vn)

Baca juga: Anggota DPR RI Ini Disebut Jual Porsche dan Land Cruiser, Uangnya untuk Beli Ayam Hitam

Baca juga: Kurir Satu Kilogram Sabu CSelamat Dari Kematian Cuma Dibikin Cacat Polisi

Baca juga: Kasus Covid 19 Masih Tinggi, Gubernur Sumut: Kita Belum Ada Bicara Sekolah

Wanita itu bernama Shakuntala Gaikwad, 76 tahun. Dia adalah penduduk desa Mudhale, Kota Baramati, negara bagian Maharashtra, India.

Beberapa hari yang lalu, Shakuntala didiagnosis dan dinyatakan postifi Covid-19.

Dia diisolasi di rumah, tetapi kesehatannya memburuk, membuat keluarganya sangat khawatir.

Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) membawa kayu untuk menyiapkan tiang pemakaman untuk korban penyakit virus corona (COVID-19) selama kremasi massal di krematorium di New Delhi, India, Senin (26/4/2021).(ANTARA FOTO/REUTERS/ADNAN ABIDI)
Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) membawa kayu untuk menyiapkan tiang pemakaman untuk korban penyakit virus corona (COVID-19) selama kremasi massal di krematorium di New Delhi, India, Senin (26/4/2021).(ANTARA FOTO/REUTERS/ADNAN ABIDI) (NTARA FOTO/REUTERS/ADNAN ABIDI)

Baca juga: Petugas Pengamat Gunung Sinabung Armen Putra dan Impian Kunjungi Gunung Berapi di Jepang

Baca juga: UPDATE Timnas Indonesia Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2022, Shin Tae-yong Beberkan Adaptasi di UEA

Baca juga: Kota Medan Dihujani Abu Pekat, Warga Pilih Berdiam di Rumah

Kemudian anggota keluarga memutuskan membawanya ke rumah sakit di Kota Baramati untuk perawatan.

Sayangnya, saat mereka tiba, rumah sakit tidak memiliki tempat tidur sehingga mereka harus menunggu di dalam mobil.

Karena dia tidak mendapat perawatan medis tepat waktu, Shakuntala menjadi tidak sadarkan diri dan perlahan pingsan.

Para mahasiswa Indonesia bercerita, meskipun di negara itu kasus Covid-19 naik tajam, masih ada warga yang abai menjalankan protokol kesehatan.
Para mahasiswa Indonesia bercerita, meskipun di negara itu kasus Covid-19 naik tajam, masih ada warga yang abai menjalankan protokol kesehatan. (Reuters)

Meskipun kerabat sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyadarkannya kembali, tubuhnya tidak lagi bereaksi.

Kerabat mengira Shakuntala telah meninggal dunia.

Mereka pun memutuskan untuk membawanya pulang dan menyiapkan kremasi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved