INILAH Daftar Persenjataan Militer Israel yang Digunakan saat Menggempur Gaza Palestina
Militer Israel telah menggempur 150 target Hamas dan jaringan terowongan di Gaza melalui serentetan pengeboman mematikan.
"Dan nampaknya sistem pertahanan udara Iron Dome yang mereka incar," kata Direktur Eksekutif CES, Joseph Drissel yang dikutip dari Kompas.com.
Sistem pertahanan udara Iron Dome yang berharga 1 miliar dolar AS atau lebih dari Rp 12 triliun itu, bertugas mencegat roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza dan pembiayaannya disubsidi AS.
Awal tahun ini, pemerintah AS mendakwa lima anggota tim peretas Comment Crew terkait keterlibatan mereka dalam upaya spionasi siber selama tujuh tahun terhadap lebih dari 100 perusahaan besar AS.
Arab Saudi Beli Iron Dome
Pada tahun 2018 lalu, pemerintah kerajaan Arab Saudi dikabarkan telah membeli sistem pertahanan misil Iron Dome dari Israel demikian situs berita Al-Khaleej Online mengutip sejumlah sumber diplomatik.
Sumber-sumber diplomatik itu menyebutkan Arab Saudi bisa meyakinkan Israel untuk menjual sistem pertahanan itu lewat mediasi AS dalam pertemuan rahasia di Washington DC.
Sumber-sumber itu mengatakan, Arab Saudi tak hanya menginginkan konvergensi politik dengan Israel.
Arab Saudi juga ingin mencapai level di mana negeri itu bisa secara publik membeli persenjataan Israel seperti yang dilakukan Uni Emirat Arab.
Kabar pembelian sistem pertahanan ini semakin memperkuat sinyal pendekatan antara kedua negara.
Beberapa waktu lalu, panglima angkatan bersenjata Israel Jenderal Gadi Eisenkot dalam wawancara dengan harian Elaph menyebut, Israel siap membagi informasi intelijen soal Iran dengan Saudi.
Selain itu, seorang mantan perwira senior AD Israel mengungkapkan, dia telah menggelar dengan dua orang emir Saudi.
Dalam pertemuan tersebut, kedua emir Saudi menegaskan kerajaan itu sudah tak lagi menganggap Israel sebagai musuh.
Bagaimana cara kerja Iron Dome?
Nama Iron Dome membangkitkan citra sebuah gelembung protektif di atas kota.
Dalam praktiknya, sistem itu menyasar roket-roket yang datang dan menembakkan sebuah pencegat rudal demi menghancurkan roket-roket itu di udara.
Setiap perangkat peluncur punya sebuah radar pengendali tembak untuk mengidentifikasi target. Sistem itu juga memiliki peluncur rudal portabel.
Iron Dome mudah diangkut, serta hanya butuh beberapa jam untuk proses pemindahan dan pemasangan.
Menurut kelompok analisis keamanan IHS Jane's pada tahun 2012, rudal Iron Dome sangat bisa bermanuver.
Panjangnya hampir 10 meter, diameter sekitar 6 inci (atau 15 cm), dengan berat 90 kilogram.
Hulu ledaknya diyakini membawa 11 kilogram bahan berdaya ledak tinggi. Jangkauannya mulai dari 4 kilometer sampai 70 kilometer.
Iron Dome dapat menghadapi banyak ancaman secara bersamaan, dalam segala kondisi cuaca. Israel memuji terobosan teknologi dan sistem radarnya.
"Radar mendeteksi peluncuran roket dan memberi informasi mengenai jalurnya ke pusat kontrol, yang menghitung titik prediksi dampak," kata militer Israel.
"Jika memungkinkan pencegatan, sebuah rudal ditembakkan untuk mencegat roket itu. Bahan peledak dari pencegat rudal itu meledak di dekat roket, di tempat yang diperkirakan tidak akan menyebabkan korban."
Bagaimana awalnya?
Israel mulai mengembangkan sistem yang berbasis darat tahun 2007.
Setelah serangkaian uji coba terbang 2008 dan 2009, pengerahan pertama sistem persenjataan itu terjadi di Israel selatan tahun 2011.
"Angkatan Udara Israel melaporkan tingkat keberhasilan intersepsi 70 persen pada 2011. Namun, hal itu terus dikembangkan hingga mencapai keberhasilan 90 persen," kata IHS Jane's.
AS telah terlibat dalam pengembangan sistem itu.
Awalnya, hanya perusahaan teknologi pertahanan Israel, Rafael, yang mengembangkannya. Namun, AS kemudian sangat mendukungnya.
Tahun 2014, Amerika Serikat menggelontorkan 235 juta dollar AS untuk penelitian, pengembangan, dan produksi Iron Dome, seperti dikatakan Congressional Research Service.
"Ini merupakan sebuah program yang sangat penting dalam hal memberikan keamanan dan keselamatan bagi keluarga Israel," kata Obama, kala Presiden AS, tentang Iron Dome.
"Ini merupakan program yang telah diuji coba dan telah mencegah serangan rudal di dalam Israel. Setiap perangkat peluncur Iron Dome berbiaya 50 juta dollar AS," kata IHS Jane's.
Sementara itu, biaya satu rudal setidaknya 62.000 dollar AS, menurut sejumlah pejabat Israel.
Berdasarkan laporan The Jerusalem Post, sejumlah negara lain telah menyatakan minatnya untuk membeli sistem itu, termasuk AS, Korea Selatan, dan beberapa negara NATO di Eropa.
Di tengah pertarangan saat ini, sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan oleh Israel untuk menangkis 2.000-an roket dari Hamas?
(*/tribun-medan.com/ kompas.com)
Baca juga: Walau Kematian, Kerusakan, dan Penderitaan Muncul Lawan Israel, Inilah Persenjataan Hamas Palestina
Baca juga: DI AMBANG INTIFADA KETIGA | Konflik Israel-Palestina
Baca juga: Israel Perintahkan Evakuasi Warga dari Dalam Gedung Selama 1 Jam, Meruntuhkannya Hanya 2 Detik
Baca juga: INTELIJEN Israel Beri Waktu 1 Jam Bagi Jurnalis Agar Menyelamatkan Diri dari Gedung sebelum Dibom
Baca juga: MENGERIKAN Video Detik-detik Gedung Bertingkat Runtuh Dalam Sekejap Setelah Dibom Israel di Gaza
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/senjata-tempur-israel-yang-digunakan-saat-menggempur-kota-gaza-palestina.jpg)