Terbongkar Niat Busuk Perang Senjata Biologi, Muncul Tudingan China Curi Data Laut Indonesia

China yang dituduh menyiapkan virus corona sebagai senjata dalam perang biologi terus diselidiki

Kolase
Terbongkar Niat Busuk Perang Senjata Biologi, Muncul Tudingan China Curi Data Laut Indonesia 

Pada akhir 2020, TNI AL menunjukkan drone bawah laut yang diduga milik China yang ditemukan oleh nelayan Pulau Selayar yang letaknya di sekitar perairan tersebut.

Sejumlah pihak menduga alat berukuran seperti rudal ini sedang memetakan jalur maritim penting menuju Australia.

Seorang pakar kapal selam China yang tidak disebutkan namanya, dikutip oleh media pemerintah, menyebutkan misi penyelamatan ini akan mendatangkan manfaat bagi Tentara Pembebasan Rakyat.

"Ini dapat membantu China mempelajari geografi militer maritim di daerah tempat kapal selam itu tenggelam, serta memperluas kerja sama internasional dan pengaruh Angkatan Laut kita dalam penyelamatan kapal selam," kata pakar tersebut.

Pihak Angkatan Laut Indonesia mengatakan bahwa tiga kapal China, termasuk kapal penyelamat Yongxingdao 863, diharapkan bergabung dalam operasi penyelamatan ini.

Baca juga: China Kirim 3 Kapal untuk Mengangkat KRI Nanggala-402, Mampu Menyelam di Kedalaman 10.000 Meter

Kapal penyelamat China Tan Suo 2 sudah bekerja untuk evakuasi KRI Nanggala-402. China dituding mencuri data Laut Indonesia dengan cara ini.
dok.
Kapal penyelamat China Tan Suo 2 sudah bekerja untuk evakuasi KRI Nanggala 402. China dituding mencuri data Laut Indonesia dengan cara ini.

Kini, kapal China sudah mulai melakukan operasi untuk mengangkat kapal selam KRI Nanggala 402 secara cuma-cuma. Tentu, seperti kita ketahui, tak ada makan siang gartis.

Sejumlah pengamat menyebut operasi penyelamatan KRI Nanggala-402 adalah kemenangan halus bagi Beijing.

Operasi ini juga memberikan kesempatan bagi China untuk memetakan wilayah perairan penting yang menghubungkan Samudera Hindia dengan Laut China Selatan.

Indonesia sudah menerima tawaran China untuk mengirimkan tiga kapal, termasuk kapal yang mempunyai kemampuan hidrografis Tansuo 2, untuk mengangkat kapal selam berusia 44 tahun yang tenggelam di wilayah utara perairan Bali itu ketika melakukan latihan torpedo di dekat Selat Lombok dengan 53 anak buah kapal bulan lalu.

Mengutip dari laman the Australian, Jumat (6/5/2021), juru bicara Angkatan Laut Indonesia mengatakan Kementerian Pertahanan menerima tawaran dari Australia, Amerika Serikat, Jepang, Rusia, dan China untuk membantu mengangkat kapal selam seberat 1.395 ton itu yang terbelah menjadi tiga bagian di dasar laut kedalaman 838 meter.

Tapi Indonesia menerima tawaran dari Beijing karena "kapal mereka sudah dekat ke Indonesia dan bantuan itu sepenuhnya cuma-cuma."

Kapal penyelamat China Tan Suo 2 sudah bekerja untuk evakuasi KRI Nanggala-402. China dituding mencuri data Laut Indonesia dengan cara ini.
dok.
Kapal penyelamat China Tan Suo 2 sudah bekerja untuk evakuasi KRI Nanggala-402. China dituding mencuri data Laut Indonesia dengan cara ini.

Pihak Indonesia membenarkan ketiga kapal China dan 48 penyelam mereka sudah memulai operasi pengangkatan itu setelah kapal Tansuo tiba di pelabuhan pada Rabu lalu, tapi kapal Indonesia TImas 1201 yang juga akan membantu proses pengangkatan masih dalam perjalanan.

Dua kapal Angkatan Laut Indonesia juga berada di lokasi, kata jubir AL, seraya menambahkan: "Kami perlu memantau mereka supaya mereka tidak sembarangan mengambil data."

Bagi sebagian kalangan, menerima tawaran China itu cukup mengherankan karena keterlibatan China dalam sengketa laut di kawasan dan ada kemungkinan Angkatan Laut China menempatkan alat sensor pemantau di wilayah perairan penting bagi lalu lintas pelayaran.

Sudah bukan rahasia lagi China akan mendapat keuntungan dengan misi pengangkatan kapal selama ini seperti dikatakan seorang pakar kemaritiman kepada media pemerintah China, Global Times, operasi ini akan mendukung tujuan keamanan nasional yang lebih jauh.

Sumber: Grid.ID
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved