Terbongkar Niat Busuk Perang Senjata Biologi, Muncul Tudingan China Curi Data Laut Indonesia
China yang dituduh menyiapkan virus corona sebagai senjata dalam perang biologi terus diselidiki
Laporan itu merujuk pada akhir Perang Dunia 2 yang ditandai dengan dua bom atom yang dijatuhkan di Jepang hingga memaksa mereka untuk menyerah.
Merujuk pada hal itu, China kini mengklaim senjata biologis akan menjadi senjata inti untuk kemenangan dalam Perang Dunia 3.
Laporan bersifat rahasia tersebut juga menguraikan cara-cara untuk melepaskan senjata biologis dan menyebabkan kerusakan maksimum terhadap sistem medis musuh.
Para ilmuwan China, dalam laporan itu mengatakan bahwa serangan semacam senjata biologi tidak boleh dilakukan di tengah hari yang cerah.
Alasannya, karena sinar matahari yang intens dapat merusak patogen, sementara hujan atau salju dapat memengaruhi partikel aerosol.
Sebaliknya, harus dilepaskan pada malam hari, atau saat fajar, senja, atau di bawah cuaca mendung, dengan arah angin yang stabil. Dengan demikian, aerosol dapat melayang ke area sasaran.
Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, Ternyata Sudah 288 WNA Asal China Masuk Indonesia dalam Sepekan
Sementara itu, penelitian juga mencatat bahwa serangan semacam itu akan mengakibatkan lonjakan pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit, yang kemudian dapat menyebabkan sistem medis musuh runtuh.
"Dokumen ini menimbulkan kekhawatiran besar tentang ambisi beberapa dari mereka," kata Anggota Parlemen Tom Tugendhat, ketua komite urusan luar negeri.
"Bahkan mereka sangat sadar bahwa senjata-senjata ini berbahaya."
"Tak hanya untuk musuh, tapi warga China sendiri."
Bukan hanya laporan soal niat busuk Perang Dunia III dengan virus corona, China kini dituding akan mencuri data Laut Indonesia.
Seperti kita ketahui, China sudah menyanggupi permintaan Indonesia untuk membantu mengangkat kapal selama KRI Nanggala 402 yang tenggelam di dasar perairan Bali utara.
Baca juga: SIBUK LARANG MUDIK, Rombongan Warga China, India Malah Masuk Indonesia Jadi Sorotan DPR
Pada awal Mei 2021, Kementerian Pertahanan China memastikan akan bergabung dalam upaya penyelamatan internasional setelah menyampaikan pernyataan "belasungkawa yang mendalam" untuk para korban.
"Kami ingin menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada para korban kapal selam Indonesia yang tenggelam, KRI Nanggala-402, dan menyampaikan simpati yang tulus kepada keluarga yang berduka," kata Kolonel Ren Guoqiang, juru bicara Kementerian Pertahanan China.
Kolonel Ren menambahkan, atas permintaan Pemerintah Indonesia, Tentara Pembebasan Rakyat telah mengirim kapal-kapal Angkatan Laut ke "perairan yang relevan di Selat Lombok" untuk membantu mengangkat kapal selam buatan Jerman yang berusia 44 tahun itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/a-chinalautjpg-20210509021946.jpg)