TRIBUNWIKI

Cerita Pohon Teduh Hariara Toguan Simanindo Di Samosir, Suara Tangisan Pertanda Kematian

Sistem ini dinamai Horja Bius yang masing-masing wilayah memiliki otoritas menjalankan roda pemerintahannya.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Makam tua dibentuk dari batu di bawah pohon hariara milik salah satu marga keturunan Bius Sitolu Tali di Simanindo, Samosir 

Dalam konteks masa kini, menurur Junyandi, apabila sistem pemerintahan bius digalakkan kembali, yang paling penting adalah aset.

Baca juga: Nasib Pria yang Ancam Tembak Kurir saat COD Sendal, Langsung Dijemput Polisi!

Juniandy beralasan, Desa Simanindo saat ini belum memiliki kantor desa tersendiri.

"Jadi kalau kita pikir, knapa enggak dimanfaatkan yang dimiliki leluhur secara bersama ini jadi tempat permusyawaratan atau balai perrtemuan,"tambah Juni.

"Karena yang dilakukan leluhir kita dulu termasuk gemar bermusyawarah, dan bila perlu mengadopsi sistem-sistem hukumnya,"tambah Juni.

Apalagi, saat ini di Simanindo kata Juniandy banyak perkara-perkara tanah.

Jadi, lokasi Hariara Toguan ini bisa dijadikan tempat berembuk menyelesaikan perkara tanah secara hukum adat, tanpa habis biaya perkara dan tidak merugikan siapa pun.

Selain tempat bermusyawarah, Pohon Hariara Toguan ini, diyakini secara kuat oleh masyarakat lokal menjadi pertanda bagi tiga kelompok marga tersebut.

Apabila dahan terbesar pohon itu tumbang, itu pertanda tokoh dari tiga marga di desa itu ada yang meninggal dunia.

Baca juga: RS di Jepang Alami Krisis Tempat Tidur Pasien Covid-19, Ada Lansia Tewas saat Nunggu Jadwal Rawat

"Adamekang hal-hal di luar logika manudia ya. Ada dua hal dia, waktu hariara yang oettama tumbuh besar, jadi setiap dahan dari pohon itu tumbang pasti ada pertanda.

Tokoh dari antara tiga marga itu akan ada yang meninggal dunia,"tutur Juniandy.

Kemudian, hingga saat ini pertanda itu masih dipercaya dan dialami masyarakat lokal.

Seperti yang dialami Junyandy Sinaga, bila ada terdengar suara tangisan dari pohon tersebut, maka tidak lama akan ada yang meninggal di daerah tersebut.

(Jun-tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved