Pakar Berebut Memelajarinya, Inilah Kunci Semua Mutasi Virus Corona yang Hancurkan Antibodi Manusia

Sejauh ini vaksin dari Pfizer/BioNTech, Moderna Inc. dan Johnson & Johnson telah tunjukkan tingkat efektivitas bervariasi melawan varian virus.

VIA KOMPAS.COM
India Dihantam Gelombang Kedua Covid-19 - Pakar Berebut Memelajarinya, Inilah Kunci Semua Mutasi Virus Corona yang Hancurkan Antibodi Manusia 

TRIBUN-MEDAN.com - Virus Corona pertama kali dideteksi di kota Wuhan, China.

Sejak saat itu virus menyebar ke seluruh dunia melompat dari satu inang manusia ke inang manusia yang lain.

Virus juga bermutasi menjadi varian baru.

Dilansir dari BBC dan CNN, akhir tahun 2020, ada varian baru virus Corona yang ditemukan pertama kali ditemukan di India.

Baca juga: Pria dari India Ini Nekat Sogok Petugas Bandara Rp 6,5 Juta Demi Bisa Masuk ke Indonesia

Kondisi di India setelah banyaknya pasien Covid-19 meninggal dunia. Dokter dan pihak krematorium kewalahan. Jenazah pasien dibakar secara massal.
Kondisi di India setelah banyaknya pasien Covid-19 meninggal dunia. Dokter dan pihak krematorium kewalahan. Jenazah pasien dibakar secara massal. (ISTIMEWA VIA INTISARI)

Varian itu dinamai dengan B.1.617, meski tidak diketahui wabah lokal ini segera liar karena kurangnya pengawasan genom di India.

Anurag Agrawal, direktur Institut Genom dan Biologi Integratif, Jumat kemarin mengatakan ada korelasi antara meratanya varian dan membludaknya angka kasus Covid-19 di India.

"Di Maharashtra kita melihatnya (B.1.617) meningkat, kita melihat wabah. Kita sedang melihatnya meningkat di Delhi, kita kemudian sedang melihat wabah.

"Ini adalah hubungan epidemiologi sangat penting," ujar Agrawal.

Baca juga: Pilihan Hidup S (46), PSK Tua Jual Diri di Warkop, Siap Diajak Main di Sawah dan Numpang Rumah Warga

Namun ia mencatat di Delhi dan India utara, varian lain, yang pertama kali dikenali di Inggris dan dikenal sebagai B.1.1.7, lebih dominan dari B.1.617.

Varian B.1.1.7 dikenal lebih mudah menular.

Dr. Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS mengatakan, data terbaru tunjukkan jika vaksin dasar Covid-19 India, Covaxin, berhasil menetralkan B.1.617.

Hal itu tunjukkan jika vaksinasi bisa melawan varian mematikan ini.

"Vaksinasi dapat menjadi antidot yang sangat, sangat penting," ujarnya.

Varian lain yang dikenali pertama kali oleh ilmuwan di Afrika Selatan dan Brasil juga diyakini lebih mudah menular dari rantai virus asli dan telah menyebar ke beberapa negara lain.

Baca juga: Pasien Covid-19 di Sumut Terus Bertambah, Polda Sumut Gerebek Peternak Virus Corona di Kualanamu

Varian virus

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved