Pria dari India Ini Nekat Sogok Petugas Bandara Rp 6,5 Juta Demi Bisa Masuk ke Indonesia
Banyak yang khawatir mereka membawa virus varian mutasi ganda B.1.617 dari negara asal mereka.
TRIBUN-MEDAN.COM - Keberadaan para warga India di Indonesia dikhawatirkan banyak pihak.
Banyak yang khawatir mereka membawa virus varian mutasi ganda B.1.617 dari negara asal mereka.
Lebih-lebih ada yang kongkalikong hindari karantina di Indonesia.
Komisari Besar Yusri Yunus Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya menceritakan pria dari India berinisial JD berupaya menghindari karantina.
"Dia menghindari adanya karantina dengan cara bermain dengan S dan RW," kata dia saat dihubungi, Senin, 26 April 2021.
JD dikabarkan Yusri terbang dari India ke Indonesia pada 25 April 2021, Minggu, pada pukul 18.45.
Sesuai protokol setibanya di Indonesia JD harus menjalani karantina selama 14 hari.
Namun JD mengajak S dan RW agar lolos dari karantina.
"Dia membayar Rp 6,5 juta kepada saudara S," ujar Yusri.
JD mengaku kepada S jika ia petugas Bandara Soekarno Hatta.
RW sendiri adalah anak S.
Ketiganya segera diamankan oleh polisi dan profil mereka dan pelaku lain juga sedang didalami.
Pemerintah telah menutup pintu bagi masuknya imigran dari India.
Sedangkan yang sudah masuk ke Indonesia harus menjalani isolasi selama 14 hari jika non-reaktif Covid-19.
Sementara yang reaktif diberi penanganan khusus.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/calon-penumpang-membludak-di-bandara-soekarno-hatta.jpg)