Terbongkar Penyeludupan Penumpang Luar Negeri, Masuk Indonesia Tanpa Karantina Bayar Rp 6,5 Juta

Namun, untuk tindakan menyeludupkan penumpang gelap tidaklah gratis. Ada cuan yang masuk ke kantong para pelaku yang disebut mafia.

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Petugas keamanan bandara berjaga saat wisatawan asal China baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (28/1/2020). Saat ini ada sekitar 40.000 penumpang keberangkatan dan kedatangan internasional yang hilir mudik ke Bandara Soekarno-Hatta. Data terakhir mencatat wabah Corona sudah menjangkiti 4.500 orang dan menewaskan 106 orang di China. 

TRIBUN-MEDAN.com - Adanya penumpang gelap kedatangan luar negeri masuk ke Indonesia, ternyata bukan isapan jempol belaka. Bahkan, terungkap penumpang gelap masuk tanpa harus karantina.

Namun, untuk tindakan menyeludupkan penumpang gelap tidaklah gratis. Ada cuan yang masuk ke kantong para pelaku yang disebut mafia.

Aksi penyelundupan penumpang kedatangan dari luar negeri tercium polisi, dugaan adanya mafia di balik kedatangan luar negeri di Bandara Soekarno Hatta terkuak.

Polisi mencium adanya aksi menyelundupkan penumpang kedatangan luar negeri untuk masuk Indonesia tanpa karantina. Syaratnya, harus membayar Rp 6,5 juta.

Seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial JD diduga menyerahkan sejumlah uang ke oknum petugas Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, supaya lolos dari aturan karantina Covid-19.

Baca juga: Dua Pekan Jelang Lebaran, Layanan Transportasi Bus Antar Lintas Sumatera Sepi Penumpang

Baca juga: MINIBUS Terkena Ranjau, 15 Penumpang Tewas Seketika, Betapa Kejamnya Teroris Somalia

Calon penumpang membludak di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (14/5/2020)
Calon penumpang membludak di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (14/5/2020) (Istimewa / Pringadi Abdi)

Padahal, JD baru tiba di Indonesia setelah kembali dari India.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus mengatakan, JD membayar uang sebesar Rp 6,5 juta kepada S dan RW yang mengaku sebagai petugas Bandara Soetta.

"Dia membayar Rp 6,5 juta kepada saudara S. Modus ini yang sementara kita lakukan penyelidikan," kata Yusri dalam video yang Kompas.com terima, Senin (26/4/2021) malam.

S dan RW, dijelaskan Yusri, berhubungan sebagai ayah dan anak.

"Kalau pengakuan dia (S dan RW) kepada JD, dia adalah pegawai bandara. Ngakunya doang. Dia sama anaknya. S itu sama RW itu anaknya. RW itu anaknya S," tambah Yusri.

Keduanya leluasa keluar masuk bandara. Mereka lah yang berperan dalam membantu JD lolos dari prosedur karantina Covid-19 selama 14 hari.

Baca juga: Rizky Billar Ceritakan Duduk Permasalahannya dengan Ridho DA : Cuma Miskomunikasi Aja

Baca juga: Dua Pekan Jelang Lebaran, Layanan Transportasi Bus Antar Lintas Sumatera Sepi Penumpang

"Dia (S dan RW) bisa keluar masuk itu. Besok kita sampaikan secara jelas. Intinya ini mereka meloloskan orang tanpa melalui karantina," lanjutnya.

Yusri belum bisa memaparkan apakah ada pelaku lain di balik kasus ini.

"Apakah ada pelaku lain? Ini masih kita dalami," imbuhnya.

JD, menurut Yusri, baru tiba dari India pada Minggu (25/4/2021) sekitar pukul 18.45 WIB.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved