DPRD Medan Sebut Pelanggaran Prokes di Kesawan City Walk karena Faktor Kecolongan

Sekretaris Komisi III DPRD Medan mengatakan program unggulan Wali Kota Medan Bobby Nasution yakni Kesawan City Walk masih perlu pembenahan

Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/HO
Suasana Kesawan City Walk pada Sabtu (24/4/2021). Pengunjung sentra kuliner dan bangunan cagar budaya, Kesawan City Walk kembali membeludak. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sekretaris Komisi III DPRD Medan, Erwin Siahaan mengatakan program unggulan Wali Kota Medan Bobby Nasution yakni Kesawan City Walk masih perlu pembenahan.

Ia mengatakan, pelanggaran protokol kesehatan yang kerap terjadi di sana akibat adanya faktor kecolongan para penegak peraturan.

"Saya lihat ada faktor kecolongan dalam fenomena yang ada di Kesawan City Walk, saya berharap ke depannya dari masukan ini, Wali Kota Bobby Nasution dan jajaran mengambil langkah penting dalam hal Kesawan City Walk," ujar Erwin, Minggu (25/4/2021).

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu mengatakan, meskipun menjadi program unggulan Wali Kota Medan, penerapan protokol kesehatan tetap menjadi yang utama. Apalagi kawasan tersebut sangat rentan terjadi kerumunan.

"Prokes dalam hal menjalankan semua keinginan tersebut yakni menghindari kerumunan, menjaga jarak serta langkah-langkah dianggap penting lainnya, dianggap perlu sebagai langkah mengantisipasi Covid-19," katanya.

Suasana Kesawan City Walk di malam hari, Sabtu (17/4/2021).
Suasana Kesawan City Walk di malam hari, Sabtu (17/4/2021). (Rechtin / Tribun Medan)

Ia pun menuturkan, niat Bobby Nasution untuk meningkatkan perekonomian di masa pandemi Covid-19 menjadi terkesan terbengkalai lantaran kurangnya pengawasan.

"Melihat wacana yang ada sesungguhnya program wali kota sangat baik dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat. Namun pada kenyataannya banyak terbengkalai, kemungkinan ini karena kurangnya pengawasan dari para penegak disiplin," ungkapnya.

Erwin berharap pengelolaan Kesawan City Walk dapat dievaluasi dalam waktu dekat.

"Evaluasi yang penting, bagaimana agar kerumunan tidak terjadi lagi. Sekarang yang paling disoroti itu kan kerumunan itu, bukan soal yang lainnya," katanya.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong mengaku khawatir pelanggaran protokol kesehatan (prokes) di Kesawan City Walk dapat menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.

"Itu lah yang kita khawatirkan, maksud hati menghilangkan ruang pandemi Covid-19 di Ramadhan Fair tetapi menimbulkan ruangan Covid-19 yang dikhawatirkan lebih masif lagi," ujarnya.

Semangat Bobby Nasution yang ingin menghidupkan UMKM Kota Medan, diakuinya patut diacungi jempol. Karena itu menunjukkan kepedulian Bobby terhadap warganya.

Namun, dia menyebut upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat perlu dibicarakan dengan stakeholder terkait mengenai dampak baik atau buruk yang akan ditimbulkan.

"Tentu ketika dibicarakan bersama akan mendapat kesimpulan yang baik bagi warga Medan, UMKM dan juga kepastian kesehatan bagi warga Medan. Saran saya persis seperti yang disampaikan oleh Gubernur Edy Rahmayadi tentang pembatasan waktu dan penguatan pengawasan SOP pandemi covid-19 di lokasi Kesawan City Walk," pungkasnya.

Baca juga: IPW Bandingkan Kasus Habib Rizieq dengan Kerumunan Kesawan City Walk Kota Medan

Baca juga: Wali Kota Bobby Nasution Dipanggil Gubernur Edy untuk Evaluasi Kerumunan di Kesawan City Walk

Pengunjung sentra kuliner dan bangunan cagar budaya, Kesawan City Walk kembali membludak pada Sabtu (24/4/2021) malam. Ratusan pengunjung tampak memadati ruas-ruas jalan yang ada di sekitar Kesawan City Walk terlihat seperti lautan manusia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved