Wali Kota Bobby Nasution Dipanggil Gubernur Edy untuk Evaluasi Kerumunan di Kesawan City Walk

"Dari mulai dari petugas kita di situ, itulah masyarakat kita itu, itulah modelnya, gimana mau dibilang, tapi kita tetap terus berjuang," katanya.

Rechtin / Tribun Medan
Suasana Kesawan City Walk di malam hari, Sabtu (17/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution dipanggil Gubernur Edy Rahmayadi untuk mengevaluasi penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang juga diterapkan di Provinsi Sumatera Utara.

Usai agenda evaluasi di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rabu (21/4/2021) tersebut Bobby mengatakan pihaknya akan memperketat pengawasan protokol kesehatan di Kesawan City Walk.

"Nah ini akan kita buat khusus, kita buat perketat, aparat kita di sana banyak yang turun. Mulai dari Dinas Kesehatan, Satpol PP, Pariwisata, banyak yang turun dari situ," ujar Bobby saat ditemui di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rabu (21/4/2021).

Bobby juga mengatakan pihaknya telah melakukan vaksinasi terhadap para pedagang dan memperbanyak pintu masuk ke areal kuliner Kesawan City Walk.

"Abis itu pedagang nya di sana divaksin. Protokol kesehatan diikuti, ada 10 titik masuk, jadi tidak terfokus satu pintu masuk. Inilah yang kami lakukan," katanya.

Menurutnya, penutupan Kesawan City Walk yang lebih panjang dari pembatasan operasional kegiatan di Pulau Jawa dikarenkan perbedaan waktu antar daerah masing-masing.

"Nasional itu jam 9 paling lama, karena di Jawa berbeda jamnya. Saya memperpanjang sedikit lagi karena seperti yang dibuat pak Gubernur. Saya sudah saya sampaikan, Satpol PP ada, Dinas Pariwisata ada, Kepolisian. Ada sepeda, ada tikar, pengeras suara untuk memastikan penerapan protokol kesehatan," tuturnya.

Kesawan City Walk yang baru-baru ini diresmikan Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution ramai dikunjungi dan aktivitas hingga lewat Pukul 24.00 WIB, pada Sabtu (17/4/2021) malam.

Kesawan City Walk terlihat bagai lautan manusia yang juga berkerumun.

Pantauan tribun-medan.com di lokasi, warga dari berbagai kalangan datang ke lokasi yang baru diresmikan ini. Tampak para warga tidak mematuhi protokol kesehatan karena terjadi kerumunan dan berdesakan. Terlihat beberapa orang tidak menggunakan masker.

Mirisnya lagi lokasi ini tidak disediakan fasilitas Musala dan toilet untuk para pengunjung dan pedagang. Terlihat beberapa petugas Gugus tugas Covid-19 lalu lalang untuk mengingatkan pengunjung memakai masker. Namun para petugas tidak mengingatkan para pengunjung untuk menjaga jarak.

Permata Lubis (27), seorang pengunjung mengatakan baru dua kali berkunjung ke Kesawan City Walk. Ia mengaku terkejut melihat ramainya pengunjung yang datang.

"Baru dua kali datang kemari. Tapi baru malam ini ramai pengunjung, mungkin karena malam minggu," ungkapnya.

Selain itu, dia juga mengeluhkan tidak adanya kamar mandi yang tersedia, dan para pengunjung juga tidak mematuhi protokol kesehatan. Bahkan, lahan parkir untuk kendaraannya juga tampak tak beraturan.

"Kurangnya sih kamar mandinya tidak ada. Terus pun penutup atas juga tidak ada. Kalau hujan nggak tahu harus pergi kemana. Lalu jaga jarak tidak ada antar pengunjung. Parkir juga enggak jelas letaknya," ungkapnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved