Kisah Nyata Wanita Lahir di Peternakan Nazi, Namanya Irene de Fauw, Ceritanya Pilunya Difilmkan
Irene de Fauw berumur 30 tahun. Rambutnya coklat, mata coklat, dan wajahnya memperlihatkan kerut-kerut kesusahan.
TRIBUN-MEDAN.com - Sejarah mencatat, pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler memiliki cita-cita untuk mengisi negara-negara yang ditaklukkannya dengan ras superior, yaitu ras arya murni.
Untuk itu ia membangun ‘peternakan’ manusia dari hasil pembuahan dengan tentara-tentara Nazi yang dipilihnya.
Berikut ini salah seorang yang lahir dari ‘peternakan’ Nazi tersebut mengisahkannya.
Bahkan kisah Irene de Fauw ini dibuat film oleh BBC.
Baca juga: Kronologi Penangkapan Khoiruddin dan Hendra Sirait, Barang Bukti 100 Kilogram Sabu dan Ekstasi
Tulisan berikut ini disarikan dari Paris Match yang pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Desember 1974.
Irene de Fauw berumur 30 tahun. Rambutnya coklat, mata coklat, dan wajahnya memperlihatkan kerut-kerut kesusahan.
Wanita yang tinggal di sebuah desa dekat Bordeaux di Prancis ini sia-sia saja mencari tahu siapa ayah-ibunya.
Baca juga: Saat Ditangkap Pengedar Sabu Keluarkan Senjata Api Berisi 14 Peluru Tajam
Tetapi ia bukan yatim piatu biasa. Ia hasil 'proyek pengaryaan’ Eropa (yang gagal) yang diselenggarakan oleh Nazi.
Hitler bercita-cita mengisi negara-negara yang ditaklukkannya dengan ras superior, ras arya murni.
Tanggal 7 September 1940, Himmler menyatakan bahwa setiap keluarga harus mempunyai 4 orang putera: dua boleh jadi korban peluru di medan perang dan dua orang lai harus meneruskan keturunan.
Baca juga: Gading Marten & Model Cantik Karen Nijsen Putus, Akrab Sama Gempi, Gini Tanggapan Gisella Anastasia
Setahun sebelumnya ia sudah mengumumkan bahwa, “Adalah tugas suci bagi wanita-wanita dan gadis-gadis Jerman berdarah murni untuk menjadi ibu di luar perkawinan dari anak-anak orang yang pergi perang. Hal ini dilakukan bukan untuk main-main tetapi untuk tujuan yang mulia.”
Banyak juga wanita-wanita dan gadis-gadis yang dibutakan oleh propaganda Nazi ini.
Dengan semboyan: Jede Deutsche Frau schenkt der Fuehrer ein Kind (Setiap wanita Jerman memberikan seorang anak kepada Fuehrer), wanita-wanita yang mendaftarkan dirinya untuk jadi ibu tanpa ikatan pernikahan.
Baca juga: AKTOR Tampan Ini Ternyata Tak Hanya Icip Ganja, Pernah Coba Tembakau Gorilla Setelah Lulus SMA
Mereka dipilih, diselidiki asal-usulnya, diperiksa keadaan tubuhnya, lalu dimasukkan ke dalam “Lebensborn” (Pancuran Hidup) yang tersebar di beberapa negara Eropah yang ditaklukkan.
Yaitu 8 di Narwegia, 2 di Austria, satu di Polandia, satu di Belgia, satu di Nederland, satu di Perancis, dan 12 di Jerman sendiri.