BABAK Baru Vaksin Nusantara Vs BPOM, Giliran 100 Tokoh Dukung BPOM, DPR Tuding BPOM Berpolitik

Politikus Partai Golkar tersebut menduga, gerakan dukungan terhadap BPOM disponsori oleh BPOM sendiri sehingga ia menyebut BPOM telah berpolitik.

Editor: Tariden Turnip
INSTAGRAM ABURIZAL BAKRIE
BABAK Baru Vaksin Nusantara Vs BPOM, Giliran 100 Tokoh Dukung BPOM, DPR Tuding BPOM Berpolitik. Mantan Menkes Terawan suntikkan langsung vaksin Nusantara ke Aburizal Bakrie dan Istri. 

Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Erry Riyana Hardjapamekas membantah tudingan yang menyebut dukungannya disponsori oleh BPOM. Erry menyatakan, dukungan itu disampaikan tanpa pengaruh siapapun.

"Saya pikir itu tafsiran yang salah sama sekali, kami tidak meminta izin siapapun," kata Erry dalam acara deklarasi yang berlangsung virtual, Sabtu (17/4/2021).

Erry menuturkan, inisiatif deklarasi itu muncul dari perbincangan dalam grup WhatsApp bernama Gerakan Sejuta Tes Antigen hingga akhirnya dapat mengumpulkan 100 orang yang menyatakan dukungan kepada BPOM.

"Awalnya dari situ, kemudian masing-masing menghubungi temannya masing-masing, berkumpul lah kami 100 orang. Jadi sesederhana itu kepedulian kami sebagai warga yang waras," ujar Erry dikutip dari kompas.com.

Ia pun menepis anggapan bahwa BPOM telah bermain politik dengan mengumpulkan para tokoh yang menyatakan dukungan kepada BPOM.

"Enggak ada hubungannya, kami tidak minta izin, kami juga tidak diminta oleh siapapun. Ini murni kepedulian kami sebagai warga yang waras," kata dia.

Sebelumnya Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena menuding BPOM bermain politik setelah ia mendapat informasi soal akan adanya gerakan dukungan kepada BPOM dari tokoh-tokoh nasional.

"Kita tahu siapa-siapa yang sedang menggerakkan sekarang memakai narahubung tertentu mengumpulkan para tokoh, seolah-olah nanti mendukung Badan POM bahwa mereka dizolimi, kan ini enggak bener ini," kata Melki dalam acara diskusi Polemik MNC Trijaya, Sabtu.

Politikus Partai Golkar tersebut menduga, gerakan dukungan terhadap BPOM disponsori oleh BPOM sendiri sehingga ia menyebut BPOM telah berpolitik.

"Kami tahu siapa yang menggerakkan itu, informasi sudah masuk ke kami, lalu sekarang Badan POM sebagai lembaga independen tersebut mengumpulkan para tokoh kemudian mengatakan Save Badan POM dan Save Kepala Badan POM dan sebagainya," ujar Melki. (kompas.com)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved