Breaking News

Rocky Gerung Singgung Nama Habib Rizieq, Moeldoko hingga Mahfud MD Soal Bom Gereja Katedral

Rocky Gerung memberikan komentarnya soal ledakan bom di Gereja Katedral Makassar. Singgung nama Habib Rizieq, Moeldoko dan Mahfud MD

Editor: Array A Argus
HO
Rocky Gerung mengomentari ledakan bom Gereja Katedral Makassar dan sebut nama Habib Rizieq, Moeldoko, Hingga Mahfud MD 

TRIBUN-MEDAN.com,Rocky Gerung, mantan dosen Universitas Indonesia turut mengomentari soal ledakan bom Gereja Katedral Makassar. 

Dia menyampaikan pendapatnya di Kanal YouTube Rocky Gerung Official, Senin (29/3/2021)

Dengan tajuk "PUBLIK CURIGAI BOM MAKASSAR, INI SANGAT BERBAHAYA!", video berdurasi 19:52 menit itupun telah disaksikan hampir 60 ribu tayangan.

Pada video, Rocky Gerung bersama Hersubeno Arief, yakni seorang jurnalis senior.

Hersubeno Arief bertanya mengenai pandangan Rocky Gerung terkait bom bunuh diri di Makassar.

Baca juga: REAKSI Rizieq Shihab setelah JPU Kutip Hadis untuknya: Keturunan Nabi Kalau Salah Tetap Dihukum

Mendapat pertanyaan tersebut, Rocky Gerung memberikan jawaban.

Menurutnya setiap manusia memiliki alam pikiran alternatif sampai mengatakan bahwa publik sudah cerdas sehingga mampu menelaah apa dibalik peristiwa tersebut.

Kita selalu punya semacam alam pikiran alternatif dengan menduga peristiwa yang justru hendak kita hindari.

Kita menganggap bahwa sesuatu yang berbasis pada kekerasan itu tidak berguna bagi agama, tidak berguna bagi kemanusiaan tidak berguna bagi demokrasi.

Tapi publik menganggap seperti ada fantasi bahwa setiap kali adanya upaya untuk membongkar satu kejahatan maka timbul kejahatan baru.

Bukan di Makassar-nya sebenarnya menjadi pokok persoalan, tentu terorisme ada orang yang menjadi teroris yang tetap ingin menghasilkan kekerasan memaksakan kepentingan politik.

Baca juga: SUASANA Sidang Rizieq Shihab di PN Jakarta Timur, Pengamanan 4 Lapis Libatkan 1.394 Personel

Tapi publik lebih cerdas, melihat lapisan di balik itu apa? kenapa pada hari Minggu ketika ada ibadah, kenapa bersamaan dengan pengadilan Habib Rizieq, kenapa Moeldoko bicara mengenai radikalisme, kenapa Pak Mahfud MD sebulan lalu sudah mewanti-wanti perlunya stabilitas.

Artinya kekuasaan tahu kan sudah diucapkan sejak tiga bulan lalu, itu artinya intelijen sudah mencium itu.

Bukan sudah terjadi baru sibuk mencari keterangan, jadi bagi kita yang berupaya melihat kemampuan bangsa ini bertumbuh, justru mencurigai, nah kecuriaan ini sah karena kait mengkait mulai tersambung, ini yang berbahaya sebetulnya.

Sekali publik tidak percaya bahwa ada peristiwa kekerasan di Makassar, maka seluruh keterangan pemerintah tidak lagi bisa mententramkan kita.

Baca juga: Aksi Emak-emak di Sidang Rizieq Shihab, Minta HRS Dibebaskan hingga Saling Dorong dengan Polwan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved