Seorang Ojek Online Tewas Ditikam di Binjai, Sepeda Motornya Ditinggalkan Pelaku

Penikaman berujung hilangnya nyawa pengemudi ojek online (Ojol), Iwan Suranta Nainggolan (43) di wilayah hukum Polres Binjai masih misterius.

Penulis: Dedy Kurniawan |
HO / Tribun Medan
Penikaman Ojol di Binjai 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Penikaman berujung hilangnya nyawa pengemudi ojek online (Ojol), Iwan Suranta Nainggolan (43) di wilayah hukum Polres Binjai masih misterius.

Hingga kini, Minggu (21/3/2021) pelaku dan motif penikaman belum dapat disimpulkan pihak Polres Binjai. 

Pelaku yang diduga dilakukan satu orang sama sekali tidak mengambil barang berharga milik korban.

Polisi saat ini belum dapat menerka-nerka motif penikaman yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban, warga Jalan Mawar, Lingkungan III, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara. 

"Dugaannya satu orang, kalau dibilang begal atau dendam pelaku belum bisa kami simpulkan, masih penyelidikan. Sepeda motor korban juga ada di TKP," kata Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting, Minggu, (21/3/2021). 

Korban ditemukan kritis bersimbah darah di Jalan Tengku Amir Hamzah, Gang Martini, Lingkungan I, Kelurahan Jatikarya, Jumat (19/3) pukul 23.30 WIB.

Korban hembuskan nafas terakhir setelah kehabisan banyak darah pasca mengalami luka tusuk pada leher kanan, badan belakang korban dekat pinggang. 

"Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai. Namun korban tak tertolong. Korban ditikami di TKP diduga dengan menggunakan sebilah pisau kecil dengan panjang sekitar 15 Centimeter," katanya

Kejadian ini bermula saat korban menunggu pelanggan ojol di kedai jus Syahrul Luthfi (41), pertigaan Kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Perusahaan Listrik Negara Binjai.

Dia didatangi oleh seorang pria yang belum diketahui identitasnya.

Korban tidak ada firasat akan terjadi malapetaka ketika pelaku datang minta diantarkan. Pelaku minta diantarkan oleh korban ke Tandam tanpa menggunakan aplikasi ojek online. 

Saksi, Syahrul Lutfi mengatakan, sebelum korban berangkat melihat pelaku minta diantar. Katanya, pelaku datang berjalan kaki minta diantar ke Tandam. 

"Pas kejadian aku lagi jualan jus, sempat lihat korban didatangi pria tidak kami kenal berjalan kaki," katanya. 

Korban dan terduga pelaku kemudian melaju dengan sepeda motor metik BK 6995 LW.

Tiba-tiba di daerah sepi, di Gang Martini, penumpang ojol meminta korban untuk masuk ke dalam dan menghentikan sepeda motornya. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved